RADARJOGJA.CO.ID-Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl harus memeras otak menemukan strategi jitu menghadapi Thailand di partai puncak Piala AFF 2016. Kemampuan menyerang Gajah Perang-julukan timnas Thailand- sudah terbukti selama gelaran Piala AFF dengan berhasil membukukan 12 gol.

Pertahanan kokoh dengan mengandalkan serangan balik cepat pun menjadi salah satu pilihan Riedl untuk meredam ketajaman Therasil Dangda. Bahkan, dalam latihan terakhir, Minggu (11/12) pagi di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Riedl telah mencoba adopsi Catenaccio..

Dalam latihan itu, ia menempatkan lima bek. Manahati Lestusen yang terbukti sukses meredam penyerang andalan Vietnam Le Chong Vinh di semifinal, bakal mendampingi empat bek lain, Hansamu Yama Pranata, Fachrudin Aryanto, Beni Wahyudi, dan M Abduh Lestaluhu.

Manahati yang juga memiliki kemampuan membangun pertahanan dan long pass, bakal menjadi tumpuan Timnas dalam mengawali serangan. Posisinya mirip seperti Giorgio Chiellini, saat Timnas Italia bermain di Euro 2016 lalu.

“Saya memang mencoba untuk bermain dengan lima bek. Tapi, ini baru rencana,” tegas pelatih berusia 67 tahun tersebut, dilansir JawaPos.Com
Posisi Manahati ini, akan berubah menjadi gelandang bertahan, saat posisi menyerang. Ia akan ditemani dengan duetnya di leg kedua semifinal Piala AFF lalu, Bayu Pradana. Gelandang serang tetap mempertahankan Rizki Pora dan Andik Vermansah. Kemudian, Stefano Lilipaly akan bertugas untuk menjadi playmaker sekaligus penyerang lubang. Boaz Solossa. Boaz akan diplot sebagai striker tunggal.

“Ini (strategi memperkuat pertahanan, Red) diterapkan karena saya melihat dalam dua pertandingan terakhir lini belakang kami sudah sangat bagus,” papar Riedl.

Pelatih asal Austria itu terlihat puas melihat hasil eksperimennya. Sebab, Manahati terlihat apik memainkan peran barunya. Pemain PS TNI tersebut juga tidak kalah lincah sebagai motor serangan dari bawah bila timnas mendapat kesempatan melakukan counterattack cepat. (ben/c10/bas/JPG/eri)
[ad id=”37015″]