RADARJOGJA.CO.ID-Bagi anda yang kerap menemui penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh, sebaiknya tak langsung percaya. Sebab, Dinas Sosial (Dinsos) DIJ memastikan, penggalangan dana di jalan-jalan protokol tersebut tak mengantongi izin.

Kepala Dinsos DIJ Untung Sukaryadi mengatakan jika sesuai aturan, setiap penggalangan dana, baik berupa uang maupun barang, harus mendapatkan izin dari Kementrian Sosial maupun Dinsos. “Tapi selama ini tanpa izin,” ujar Untung..

Meskipun begitu, Untung mengaku masih memberikan toleransi bagi pelajar maupun mahasiswa yang melakukan penggalangan dana dengan turun ke jalan. Dari pengalamanya selama ini, hasil bantuan dari masyarakat melalui pelajar dan mahasiswa disalurkan ke korban bencana.

“Mereka kan masih murni, selama ini semuanya juga tersalurkan, asal selama penggalangan dana menggunakan seragam,” ujarnya.

Dinsos DIJ sendiri, bersama Kepolisian, juga terus melakukan pemantauan di lapangan terkait aksi penggalangan dana bencana tersebut. Jika didapati ada indikasi kelompok masyarakat yang memanfaatkan penggalangan dana bencana untuk kepentingan pribadi akan ditertibkan. “Jika didapati di jalan ada yang mengedarkan kotak tanpa identitas jelas, langsung kita ambil,” tuturnya.

Untung menjelaskan pada prinsipnya semua kegiatan penggalangan dana harus berizin Dinsos. Termasuk untuk penggalagan dana bencana, Untung mengaku siap membantu dalam pengurusan izin, yang disebutnya hanya membutuhkan waktu sehari. Sesuai aturan, hasil penggalangan dana harus jelas termasuk dalam penyalurannya
“Sebenarnya kalau berizin, terus di kotak sumbangan ditempel izin Dinsos kan masyarakat lebih mantap membantu,” terangnya. (pra/eri)