RADARJOGJA.CO.ID-Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa ini sangat tepat untuk menggambarkan nasib suporter PSS Sleman. Setelah Stadion Maguwoharjo, kandang dari PSS gagal menjadi home base Timnas Garuda di Piala AFF 2016, kini jadwal tim pujaan bentrok.

Skuad Super Elang Jawa –julukan PSS-, harus menjalani laga semifinal Indonesian Soccer Championship (ISC) B di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara tanggal 14 Desember bersamaan dengan laga Timnas. Memang, jadwal Kick off laga untuk PSS pukul 14.30 WIB. Sedangkan Timnas akan berlaga mulai pukul 19.00 WIB.

Jika laga Super Elja berlangsung 2X45 menit tanpa extra time, Brigita Curva Sud (BCS) kelompok pendukung PSS dan suporter lain keluar stadion pukul 16.00. Masih ada jeda tiga jam dengan laga Timnas.

Tapi, hal tersebut jika asumsi laga tak sengit harus sampai perpanjangan waktu. Bahkan dilanjutkan adu penalti. Selain itu, dengan laga yang berlangsung di Jepara, tentunya suporter PSS juga kesulitan untuk menyaksikan Timnas. Terlebih, dengan sisa waktu tiga jam. Tak cukup untuk kembali sampai Sleman.

Pilihannya pun ada tiga. Tetap menyaksikan PSS Sleman dalam laga hidup mati menghadapi Perssu Sumenep, Madura, dan juga tetap mengobati kerinduan menyaksikan Timnas di perjalanan. Kedua, tetap mendukung Busari Cs di Gelora Bumi Kartini dan tidak menyaksikan Timnas. Atau, yang ketika, tidak menyaksikan PSS dalam merengkuh satu tempat di partai puncak ISC B demi laga timnas.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menegaskan, anak asuhnya sangat membutuhkan dukungan dari suporter Super Elja. Sebab, dukungan seperti babak delapan besar menghadapi Perserang Serang lalu terbukti mampu membangkitkan semangat anak asuhnya. Sehingga, lolos ke semifinal.

“Kalau saya semuanya penting. Mudah-mudahan, tetap berangkat ke Jeparan untuk menyaksikan PSS dan melihat Timnas berhenti di perjalanan,” ujar Seto lewat sambungan whatsapp. (eri/dem)