RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Pohon kelengkeng di sekitar Embung Tonogoro, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang berbuah lebat. Guna mengenalkan kelengkeng yang berkualitas tinggi tersebut digelar panen raya Rabu (7/12).

Buah bernama latin Dimocarpus Logan ini awal mulanya tumbuh liar di Sumatera dan Kalimantan. Ternyata cocok dibudidayakan di Banjaroyo.

“Kelengkeng penting untuk pengembangan agrowisata di Embung Tonogoro. Ada 3.000 pohon kelengkeng dengan 74 varietas,” kata Camat Kalibawang Hendri Usdiarka saat panen raya bersama Pj Bupati Kulonprogo Budi Antono.

Perkebunan kelengkeng tersebut menempati lahan satu hektare dari total 20 hektare lahan agrowisata. Pengairan diambilkan dari embung seluas 700 meter persegi, dengan volume air 10.000 meter kubik.

“Animo pengunjung cukup tinggi. Pada 2015 jumlah kunjungan mencapai 40 ribu orang, tahun ini 46 ribu orang. Kondisi ini sangat menjanjikan, apalagi nanti akan dibangun jalan ke Candi Borobudur,” kata Hendri.

Kepala Dinas Pertanian DIJ Sasongko mengatakan Embung Banjaroya menjanjikan sebagai destinasi agrowisata. Tanamannya beragam, seperti kelengkeng dan durian.

Kepala Disparpora Kulonprogo Y Krissutanto mengatakan pengembangan kawasan Agrowisata Banjaroya masih perlu penambahan fasilitas pendukung. “Nantinya wisatawan mancanegara dari bandara baru bakal dating ke sini,” kata Krissutanto.

Tidak mudah menyamai ketenaran Candi Borobudur. Namun, dia optimistis dengan koleksi buah-buahan yang akan menjadi daya tarik. “Komoditas buah-buahan ini menjadi andalan,” ujar Krissutanto.

Budi Antono berharap kerjasama Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, dan Dinas Kebudayaan bisa dipererat untuk pengembangan Agrowisata Tononegoro. “Perlu diperhatikan akses jalan, kegiatan, dan kuliner. Karena tiga faktor itu sangat penting dalam pengembangan objek wisata,” kata Budi. (tom/iwa/mar)