RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Kerja keras kelompok sadar wisata (pokdarwis), pengelola desa wisata dan pemkab menuai hasil positif. Sebagai buktinya, Kementerian Pariwisata baru-baru ini memasukkan Bumi Projo Tamansari dalam sepuluh besar indeks pariwisata nasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bambang Legowo membenarkan capaian ini. Menurutnya, penghargaan ini menunjukkan pariwisata Bantul tak kalah dengan berbagai daerah lainnya di Indonesia. “Mampu bersaing dengan ratusan kabupaten/kota di Indonesia,” jelas BL, sapaannya, Jumat (9/12).

Kendati begitu, BL mengakui masih ada banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Yang paling mencolok adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola desa wisata. Tidak sedikit pengelola yang belum memahami sekaligus menerapkan Sapta Pesona. “Semoga penghargaan ini bisa memacu desa wisata untuk semakin maju,” ujarnya.

Kabid Pemasaran dan Kemitraan Disbudpar Bantul Nyoman Yudiarni menyebutkan, sesuai data retribusi, jumlah wisatawan yang berkunjung di seluruh objek pariwisata mencapai 2,5 juta orang pada 2016. Adapun wisatawan yang melancong ke berbagai desa wisata diprediksi mencapai 1 juta orang. “Di desa wisata tidak ada retribusi,” tuturnya.

Dengan adanya capaian ini, Nyoman berharap seluruh pengelola desa wisata terus berpacu. Sebab, dari 37 desa wisata se-Bantul baru ada tujuh yang dikategorikan maju. Dan, sembilan desa wisata masuk dalam tahapan berkembang. Sisanya masih dalam kategori embrio.

Atas dasar itu pula, Disbudpar membentuk Forum Komunikasi Desa Wisata dan Pokdarwis. Melalui forum ini, seluruh pengelola desa wisata dan pokdarwis dapat bertukar ilmu dan pengalaman. “Ini salah satu solusi mempercepat perkembangan desa wisata,” ungkapnya.

Pengelola Desa Wisata Candran, Imogiri Kristiya Bintara mengungkapkan, salah satu faktor belum majunya desa wisata karena kualitas SDM. Sebagian warga sekitar desa wisata masih beranggapan sektor pariwisata belum dapat dijadikan tumpuan hidup. “Ini butuh pendekatan sekaligus pemahaman kepada mereka,” tambahnya. (zam/din/mar)