RADARJOGJA.CO.ID – Kasus perampokan Alfamart di Widoro Kulon, Bunder, Patuk harus menjadi pelajaran bersama. Seharusnya, usaha buka 24 jam idealnya mempertimbangkan aspek keamanan.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno berharap, pemilik minimarket sadar dengan konsekuensi yang ditanggung saat memutuskan membuka toko lebih dari waktu yang ditentukan. Karena itu, pemilik minimarket wajib memiliki upaya pencegahan tindak kriminalitas.

“Jika berani buka 24 jam, idealnya pengamanan ditambah. Semua itu demi menghindari segala sesuatunya,” tegas Suharno, Minggu (11/12).

Suharno melanjutkan, cara yang baik dalam menjaga keamanan minimarket adalah dengan menyiapkan satpam. Menurutnya, terlepas dari regulator yang ada mengenai aturan jam operasional minimarket, pihak pemilik mesti berhati-hati.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengimbau agar usaha yang buka 24 jam sebisa mungkin meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan memasang kamera pengintai CCTV.

“Kalau bisa ada tenaga pengamanan tambahan, khususnya malam hari,” kata Nugrah Trihadi.

Saat disinggung upaya kepolisian dalam mengungkap kasus perampokan Alfamart Widoro Kulon, Bunder, Patuk, kapolres memilih irit bicara. Menurutnya, hingga kini, petugas masih mengumpulkan bukti untuk memburu pelaku. “Hasil rekaman kamera CCTV masih dipelajari,” ujarnya.

Pada 9 Desember 2016, kawanan perampok beraksi di salah satu toko berjejaring di jalan Jogjakarta-Wonosari kilometer 24. Saat beroperasi, gerombolan ini menggunakan senjata api dan sebilah parang.

Selain kerugian materi, seorang penjaga toko terluka. Ia dianiaya oleh kawanan itu.

Aksi perampokan bersenjata pada pukul 4.00 tersebut menelan kerugian Rp 400 ribu. Penjahat gagal menguras uang dalam brangkas dan hanya menjarah rokok, cokelat dan permen.(gun/hes)