RADARJOGJA.CO.ID – PURWOREJO– Ombak besar laut selatan di Pantai Jatimalang Desa Jatimalang, Purwodadi, Purworejo memakan korban. Kemarin (12/12) perahu yang ditumpangi tiga orang nelayan terbalik. Dua selamat. Sementara satu nelayan lain hilang. Hingga kemarin petang proses pencarian korban masih berlangsung.

Seorang saksi mata, Udi Wiyono, 75, mengatakan, nelayan hilang adalah Sunarwoto, 46. Sedangkan korban selamat adalah Angga, 20 dan Tejo, 35. Saat peristiwa nahas itu terjadi ketiganya menggunakan perahu PHD Manunggal Jaya. Armada ini merupakan perahu keempat yang akan mengarungi Samudera Hindia dan diberangkatkan dari Pantai Jatimalang. Ketiga korban hendak memancing dan menjaring ikan.

“Kejadiannya kira-kira jam 06.00. Tiga perahu lain sudah bisa menembus ombak. Tak lama setelah kami mendorong Manunggal Jaya dari pantai tiba-tiba ombak besar menghantam perahu itu sehingga terbalik,” ungkap Udi, warga setempat.

Dikatakan, tak hanya sekali ombak besar menerjang perahu Manunggal Jaya. Ombak pertama bisa dilalui meski perahu sempat terloncat cukup tinggi. Kemudian kembali stabil di permukaan laut. Namun, tak lama muncul ombak kedua, perahu malah meluncur di bawah ombak. “Meluncur dalam ombak menjadikan mesin mati dan tidak mendorong ke arah laut. Selanjutnya kapal terombang-ambing di antara ombak,” jelasnya.

Sejurus kemudian muncul ombak besar ketiga dari arah timur menghantam dan membalikkan kapal. Angga dan Tejo sempat tenggelam, namun segera muncul ke permukaan. Sedangkan Sunarwoto tidak kelihatan lagi.

“Mereka berusaha membalikkan kapal dengan mematahkan bambu yang digunakan untuk menyeimbangkan kapal. Yang selamat tetap berada di sekitar kapal hingga dievakuasi oleh nelayan lain,” papar Udi.

Karena pingsan, begitu sampai di tepi pantai Angga langsung dilarikan ke Puskesmas Branggolan. Sedangkan Tejo tak mengeluh apa-apa.

Udi menduga ada dua kemungkinan yang menyebabkan Sunarwoto tak muncul ke permukaan laut. Bisa karena pingsan atau tersangkut jaring.

Kabar hilangnya Sunarwoto sontak menghebohkan warga Jatimalang. Mereka lantas berusaha mencari keberadaan korban dengan menyisir pinggiran pantai. Sementara nelayan yang berada di tengah laut memantau perairan.

Menurut Udi, nelayan Jatimalang memang enggan menggunakan pelampung saat mau berangkat. Alasannya, kalau terjadi kecelakaan laut menyulitkan korban berenang ke tepi pantai.

Sementara itu Imam Tjiptadi, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo menyatakan, tim relawan belum mengetahui titik lokasi tenggelamnya Sunarwoto. “Dibantu aparat TNI dan Polri kami terus upayakan pencarian korban,” katanya.

Hanya, melihat kronologis dan belum munculnya korban selama berjam-jam Imam memprediksi kondisi korban telah meninggal dunia. (udi/ong)