Foto Dokumen Radar Jogja Online
RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Libur panjang peringatan Maulud Nabi membawa dampak positif bagi dunia pariwisata. Sejumlah destinasi diserbu para pengunjung. Sayangnya, momentum ini juga meninggalkan catatan negatif. Beberapa wisatawan tenggelam.

Koordinator Tempat Retribusi Pariwisata Pantai Parangtritis Rohmat Ridwanto menyebut jumlah wisatawan selama libur panjang kali ini naik drastis. Sabtu (10/12) misalnya, jumlah 12.996 orang. Padahal, biasanya hanya di kisaran 4500-an wisatawan. Begitu pula dengan keesokannya. Jumlah wisatawan sepanjang Minggu (11/12) menembus angka 34.400 orang. Biasanya hanya 14.000 hingga 15.000 orang. “Senin siang tercatat sudah ada 10.350 wisatawan,” sebut Ridwan kemarin (12/11).

Dengan membeludaknya tingkat kunjungan ini, Ridwan optimistis target 2,7 wisatawan di seluruh objek pada 2016 tercapai. Mengingat, hingga sekarang tingkat kunjungan sudah mencapai 2,5 juta orang. “Nanti masih ada libur panjang akhir tahun,” tuturnya.

Pada bagian lain, membludaknya tingkat kunjungan pada libur panjang kali ini diwarnai insiden kecelakaan laut (laka laut). Ada dua titik laka laut selama dua hari terakhir. Pertama, di kawasan Pantai Baru Pandansimo. Minggu lalu tiga wisatawan tenggelam. Yakni, Miftahurrahmah, 16, Melin Fitri Yunita, 16, dan Salma Abida, 16. Ketiganya merupakan rombongan siswa MAN 1 Magelang.

Ceritanya, setibanya di kawasan pantai sebagian rombongan ini langsung menuju pantai. Untuk bermain air. Tak lama kemudian, mereka disapu gelombang setinggi lima meter. Tiga di antaranya langsung terseret. Ketiga-tiganya pun dapat diselamatkan anggota Tim SAR. Hanya, nyawa siswi bernama Salma Abida tidak tertolong. Kondisinya lemah karena banyak meminum air laut.

Kedua, di kawasan Pantai Parangtritis. Dua wisatawan asal Tiongkok kemarin siang tenggelam. Dua wisatawan bernama Wu Shi Zhong, 45, dan Xu Yong, 40, ini tenggelam persis di titik palung. “Entah apa motivisinya mereka sengaja berenang ke tengah,” tutur Komandan Tim SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto.

Menurut Ali, Tim SAR sempat memperingatkan. Tapi, keduanya tetap ngeyel dan berenang sejauh 100 meter dari bibir pantai. Untungnya, personel tetap memantau aktivitas keduanya.

“Teman-teman langsung mengevakuasi,” lanjutnya.

Berkaca dari pengalaman ini, Ali mengimbau wisatawan mematuhi rambu-rambu yang terpasang di sejumlah titik. Juga, mengindahkan peringatan Tim SAR. (zam/din/mar)