RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kesakralan suasana Garebeg Maulud di Kota Jogja kemarin (12/12) ternodai. Banyak pencopet beraksi di tengah lautan manusia di lokasi perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Alih-alih memperoleh berkah dari isi gunungan, puluhan warga justru kehilangan harta benda.

Mereka melaporkan kejadian itu ke posko informasi yang didirikan panitia.

Barang sasaran okum pencopet beragam. Mulai dompet, uang, hingga telepon seluler. Hiruk-pikuk keramaian membuat para korban tak menyadari jika barang milik mereka telah raib oleh tangan-tangan jahil.

“Saya baru sadar saat handphone hilang ketika melihat arak-arakan gunungan,” sesal Junaidi saat melapor di posko informasi dan pengamanan sekaten.

Warga Kulonprogo itu menduga, copet mengambil telepon selulernya ketika dia sedang berdesak-desakan menyaksikan kirab gunungan di kawasan Masjid Gede Kauman. Ponsel itu disimpan di saku baju sisi sebelah kanan bawah. “Ketika saya mau ambil gambar dengan handphone, ternyata sudah raib,” ungkapnya.

Atas peristiwa pahit yang menimpanya, Junaidi berharap agar pengamanan saat perayaan serupa tahun depan lebih diperketat. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan citra Kota Jogja sebagai destinasi wisata yang ramah wisatawan. Seperti kerap didengung-dengungkan pemerintah setempat.

Kapolsek Gondomanan Kompol Riyanto mengaku telah berupaya maksimal untuk mengamankan acara puncak sekaten tersebut. Tak kurang 30 personel diterjunkan khusus mengawal prosesi Garebeg Maulud. Itu belum termasuk puluhan personel dari Polresta Jogja yang disebar ke beberapa lokasi untuk mengamankan jalannya ritual.

“Selama sekaten berlangsung kami selalu mengimbau masyarakat agar ekstra waspada dan hati-hati dengan barang bawaan,” jelas Riyanto.

Dikatakan, sejauh ini korban pencopetan lebih banyak melapor ke posko informasi dan pengamanan yang ada di lokasi sekaten. “Setiap hari selalu ada saja yang melaporkan kehilangan barang bawaan,” bebernya.

Riyanto mengatakan, saat ramai-ramainya, terutama ketika perebutan isi gunungan kemarin, jumlah korban copet berlipat. Mencapai belasan hingga puluhan orang.

Menurutnya, para copet memanfaatkan keramaian dan kelalaian para pengunjung sekaten. Kondisi itu dipeparah dengan minimnya kamera pengintai CCTV (Closed-Circuid Television Camera) di sekitar lokasi perayaan Maulud Nabi.

Hal itu membuat petugas kesulitan mengejar pencopet. Diakui, hingga kemarin jajarannya belum menemukan satupun pencopet.(ong)