RADARJOGJA.CO.IDRapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Syariah Bukopin (BSB) menyetujui penambahan modal sebesar Rp100 miliar. Hal ini diungkapkan Direktur Utama BSB Riyanto, usai acara RUPSLB di Gedung Bank Syariah Bukopin, Salemba, Jakarta.

Menurutnya, tujuan penambahan modal adalah mendukung rencana pengembangan usaha dengan membiayai kegiatan usaha dan/atau investasi perseroan. Ini bisa dilakukan sepanjang tak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Kinerja keuangan Perseroan pada lima tahun terakhir, yaitu 2011 – 2015, menunjukkan perkembangan yang baik. Ini terlihat dari pertumbuhan rata-rata (selama 5 tahun tersebut) aset sebesar 21,07 persen per tahun, pembiayaan 22,81 persen per tahun, dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20,08 persen per tahun.

Sedangkan pertumbuhan pada Juni 2016, year on year (yoy), aset sebesar 24,39 persen, pembiayaan sebesar 24,99 persen, dan DPK sebesar 28,02 persen.

Di samping itu, perkembangan kinerja keuangan perseroan pada November 2016 dibandingkan November 2015, menunjukkan perkembangan yang semakin baik, terlihat dari pertumbuhan asset sebesar 15,11 persen menjadi Rp6,17 triliun. Adapun, pembiayaan 13,82 persen menjadi Rp 4,78 triliun, dan dana pihak ketiga sebesar 14,47 persen menjadi Rp4,98 triliun.

Laba per November, naik 63,54 persen naik Rp56,57 miliar. Posisi rasio kecukupan modal (CAR) Perseroan pada 30 November 2016 sebesar 15,07 persen.

Perseroan ke depan, dalam mencapai pertumbuhan usaha yang berkesinambungan, strategi pengembangan Bank Syariah Bukopin fokus pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pembiayaan tertahap segmen tertentu. Yakni, pengembangan SDI, peningkatan kualitas pelayanan baik dalam bisnis proses maupun jaringan outlet, peningkatan risk management and internal control, serta peningkatan operasional dan pengembangan IT.

“Kami berupaya keras untuk memberikan pelayanan terbaik pada nasabah, sehingga mereka puas akan layanan yang diberikan. Dalam percepatan pertumbuhan bisnis karena keterbatasan outlet yang ada, BSB bekerja sama PT. Bank Bukopin, Tbk. bentuk pemanfaatan kantor PT Bank Bukopin, tbk. sebagai kantor layanan syariah dengan konsep Layanan Syariah Bank (LSB),” katanya.

Ditambahkan, LSB memberikan layanan transaksi serta pemasaran produk dan jasa BSB. Hingga kini, outlet BSB berjumlah 102 yang terdiri atas 12 kantor cabang (kc), 7 kantor cabang pembantu (kcp), 4 kantor kas (kk), 5 mobil kas keliling, 74 layanan syariah bank (lsb) dan ada 30 atm milik BSB.(hes/dem)