RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Aksi kekerasan di jalanan kembali terjadi. Kemarin (12/12) sore rombongan siswa SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Kota Jogja diserang sekelompok orang bersenjata saat melintas di Jalan Imogiri-Panggang, Dusun Lanteng, Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Akibatnya, sebanyak tujuh siswa mengalami luka-luka setelah disabet senjata tajam oleh pelaku. Bahkan, satu di antaranya kritis karena mengalami luka serius di bagian tengkuk dan tangan.

Kapolsek Imogiri Kompol Riyono membenarkan insiden ini. Menurutnya, rombongan SMA Muhi Jogja berjumlah sekitar 20-an siswa. Mereka hendak pulang usai mengisi waktu liburan dengan berkunjung ke Pantai Ngandong, Gunungkidul.

[ad id=”36234″]
“Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) mereka tiba-tiba diserang oknum tak dikenal,” jelas Riyono.

Mendapat laporan tersebut, polisi segera melakukan penelusuran. Tim Reskrim Polsek Imogiri dikerahkan untuk mengejar para pelaku.

Dari pemeriksaan, saksi korban mengaku sempat berpapasan dengan rombongan lain. Persisnya di wilayah Gibal, Panggang, Gunungkidul. Tidak ada yang merasa aneh saat terjadinya papasan dua rombongan itu.

Tak disangka, kelompok yang sempat berpapasan dengan siswa Muhi Jogja belakangan diketahui berputar balik mengejar dan menyerang mereka. Rombongan siswa Muhi Jogja yang diserang secara frontal dari belakang pun kelabakan. Apalagi, kelompok penyerang yang beranggotakan enam orang semuanya bersenjata tajam seperti pedang dan parang.

Tanpa basa-basi, para penyerang yang menutupi wajah dengan cadar tersebut menyabetkan pedang secara seporadis ke arah siswa Muhi Jogja. Bahkan, salah satu di antara penyerang ada yang sengaja menabrakkan sepeda motornya ke arah rombongan korban.

Nahas bagi Lukman, salah satu korban. Dia beserta satu temannya terjatuh dari sepeda motor. Parahnya, sejumlah pelaku nekat menabrakkan sepeda motornya ke arah kedua siswa yang telah jatuh tersungkur ke aspal tersebut. Enam pelaku lantas mengepung mereka. Untungnya, kedua siswa nahas ini berhasil melarikan diri dari kejaran para pelaku.

Belakangan diketahui korban kritis adalah Arif Saiful Rahman. Dia harus dirawat intensif di rumah sakit karena sabetan pedang yang mengenai tengkuk dan tangannya cukup lebar dan dalam.

“Aksi kekerasan ini berhasil dibubarkan oleh warga setempat,” kata Riyono.

Hasil penyelidikan sementara polisi belum mengetahui pasti motif penyerangan dan pembacokan tersebut.

“Siapa pelakunya masih kami dalami. Yang jelas kami terus kembangkan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” ungkap bekas Kasat Sabhara Polres Bantul itu.

Riyono bertekad menangkap seluruh pelaku demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Baik di wilayah hukum yang dipimpinnya maupun DIJ. (zam/ong)