RADARJOGJA.CO.ID-Sebagian dari pendaki Gunung Sumbing ada yang melakukan hal tidak pantas. Diantara mereka, ada yang meninggalkan sampah di sekitar jalur pendakian. Bahkan, ada juga pendaki yang sengaja mencorat-coret beberapa lokasi di sekitar puncak Sumbing.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Komunitas Pecinta Alam Grama Buana Adventure Jogja dan Garda Atas Awan Kaliangkrik. Sekitar 200 warga terlibat aktif dalam kegiatan Bakti untuk Alam memperingati Hari Gunung se Dunia.

“Acara ini diisi dengan bersih sampah, tanam pohon, pipanisasi mata air. Tidak ketinggalan juga kami menghapus vandalisme di kawasan Sumbing, ” kata Pembina Grama Buana Agus Cholik sebelum pemberangkatan peserta naik gunung di Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik. Kabupaten Magelang.

Mereka diantaranya dari Jakarta, Sleman, Gunung Kidul, Kulonprogo, Bantul, Magelang dan lainnya. Pesan dari kegiatan ini yaitu menyadarkan kembali bahwa alam itu tidak hanya untuk dinikmati saja, Tapi juga harus dijaga. Untuk upaya penghijauan, penyelenggara menyediakan sekitar 3.000 bibit beberapa pohon untuk ditanam di Sumbing. Ikut terlibat kalangan PNS, siswa, wiraswasta dan lainnya.

“Pendaki membawa tas kresek untuk memungut sampah. Selain itu, pendaki juga membawa bibit pohon cemara untuk ditanam di atas pos 2. Sore hari dijadwalkan sudah sampai pos 4. Pendaki juga membersihkan vandalisme karena di atas cukup banyak,” jelas Agus Cholik.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono mengapresiasi apa yang dilakukan peserta. Apalagi, mereka berasal dari berbagai daerah luar Magelang. Ia berpesan agar rasa capek dan dingin yang menyelimuti saat perjalanan dinikmati dengan ikhlas. Sehingga acara tersebut bisa memunculkan kaberkahan.

“Ini bisa menjadi pemantik untuk melibatkan masyarakat luas agar ikut mengelola alam,” tandasnya. (ady/dem)