RADARJOGJA.CO.ID-Laju positif PSS Sleman menghadapi Perssu Sumenep bakal tak mudah. Ini karena, tim dari Madura tersebut sulit dikalahkan. Terbukti, PSPS Pekanbaru, sukses mereka tumbangkan.

Sadar akan kondisi tersebut, Pelatih Seto Nurdiyantoro menginstruksikan tim asuhannya untuk main aman. Tactician Skuad Super Elang Jawa, julukan PSS, masih akan memasang line-up seperti saat menekuk Perserang 3-2.

Posisi penjaga gawang akan dipercayakan Agung Prasetyo yang dinilai lebih berpengalaman. Untuk duet center back, Bagas Adi Nugroho dan Waluyo masih jadi opsi yang paling aman. Meskipun Eko Pujianto dan M Syaifuddin juga disertakan dalam tim.

Posisi wing back kanan masih akan ditempati Denny Rumba meskipun sebelumnya sempat mengalami memar di bagian lututnya karena benturan dengan pemain Perserang. Di pos sebelah kiri ada Eka Angger yang juga rajin overlap ke depan membantu serangan.

Gelandang bertahan menjadi pos Busari dan Dirga Lasut. Peran keduanya cukup sentral, tidak hanya meredam agresivitas pemain-pemain Perssu, namun juga menjadi titik awal dibangunnya skema penyerangan. Termasuk juga untuk memainkan tempo permainan PSS agar tidak banyak ditekan lawan. Sementara trio gelandang serang menjadi tempat Kito Chandra, Dave Mustaine, dan Dicky Prayoga atau Tri Handoko. Mereka akan menopang ujung tombak Riski Novriansyah di posisi penyerang.

Seto mengatakan, pemainnya perlu lebih termotivasi untuk memenangkan pertandingan. Namun tidak menjadikannya beban. Evaluasi dari pertemuan menghadapi Perserang, meskipun unggul dua gol namun akhirnya bisa disamakan lawan. Selain karena faktor lapangan, anak asuhnya juga disebut kurang bisa bermain lepas. “Kami akan minta mereka bermain lepas namun tetap fokus. Kami juga mengingatkan bahwa partai final tinggal selangkah lagi,” tandasnya.

Dipihak lawan, setelah memastikan lolos semifinal, Perssu tidak langsung kembali ke Madura. Jarak yang jauh antara Jepara dengan Madura membuat manajemen memutuskan tinggal di Jepara, mengingat juga laga semifinal masih dilangsungkan di tempat yang sama. Hal itu diputuskan manajemen Laskar Kuda Terbang agar pemain tidak mengalami kelelahan. “Pemain kami dalam kondisi fit tidak ada yang bermasalah. Tapi mungkin yang perlu terus kami perbaiki adalah organisasi permainan. Baik saat bertahan dan menyerang dan juga komunikasi pemain,” katanya.

Kunci keberhasilan timnya menyingkirkan PSPS Pekanbaru Riau yaitu kerja keras dan semangat pantang menyerah akan kembali dioptimalkan untuk menghadapi PSS. Menurutnya, dari manajemen memang tidak memberikan target muluk-muluk, namun setelah sampai semifinal dia berharap bisa sampai final dan juara. “Sudah kepalang basah sampai sejauh ini, sekalian saja diselesaikan sampai final,” harapnya. (riz/eri)