RADARJOGJA.CO.ID – DUKA mendalam dialami keluarga Adnan Wirawan Ardianto. Begitu pula keluarga besar SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Kota Jogja. Mereka sangat kehilangan sosok pendiam yang menjadi korban pembacokan.

Pelajar 16 tahun itu akhirnya meninggal dunia kemarin (13/12) malam sekitar pukul 19.30 akibat luka serius yang dideritanya. Rencananya, jenazah Adnan dimakamkan hari ini (14/12) di Makam Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

“Iya, Adnan sempat dirawat intensif sejak Senin (12/12). Saya dapat kabar malam ini (kemarin) dia meninggal dunia,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Kota Jogja Sadono Puluhan kawan korban dari satu sekolah mendatangi ruang jenazah rumah sakit Panti Rapih.

BACA: SMA MUHI Diserang, 7 Luka-Luka, 1 Kritis
BACA: Adnan Wirawan Arsiyanta Sempat Pamit Mau Pergi Lama
Sebelumnya putra pasangan Agus Riyanto dan Sri Lestari itu sempat dirawat di RS JIH lalu kemudian dirujuk ke RS Panti Rapih. Korban mendapatkan luka tusuk sekitar 2 cm di bagian perut dan mengenai bagian ginjalnya.

Di Panti Rapih, warga Bayen, RT 06/RW 02, Purwomartani itu dirawat di ICU Ruang Carolus No 224 dan direncanakan akan menjalani operasi.

[ad id=”38614″]
Setelah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang jenazah, terlihat keluarga korban ikut menyusul di belakangnya. Raut kesedihan tampak jelas di wajah keluarga dan kerabat korban.

Juga teman-teman korban. Kepala Sekolah SMA 1 Muham-madiyah mewakilkan kepada Budi Priyono, sekretaris Majelis Hukum HAM PD Muhamadiyah Kota Jogja, untuk menjawab pertanyaan wartawan.

“Murni tindak pidana kriminal. Penyebabnya dokter nanti yang akan memberikan informasi,” katanya kepada Radar Jogja.

Budi Priyono menyebut, me-ninggalnya korban berhubung-an dengan kejadian pembacokan di Imogiri, Bantul. Karena itu, dia mendesak aparat kepolisian menegakkan hukum se adil-adilnya. (bhn/riz/yog/ong)