RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Ribuan botol minu-man keras (miras) berbagai merk dimusnahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman di hala-man Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sleman, kemarin (13/12). Miras-miras ini merupa-kan hasil sitaan selama operasi penertiban distribusi miras 2016.

Kepala Satpol PP Sleman Joko Supriyanto mengungkapkan ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Terutama untuk mi-numan berlabel yang disita dari café, pub hingga tempat karaoke. Rata-rata pemilik tempat hiburan belum melengkapi perizinan.

“Total ada 5.027 yang terdiri dari 5.071 botol dan 136 kaleng serta satu galon miras oplosan. Khusus untuk miras oplosan menurun drastis. Bisa jadi penjualnya sudah jera, atau sadar bahayanya miras oplosan,” jelasnya.

Operasi yang berlangsung sebanyak 24 kali ini mampu menjaring 37 penjual. Seluruh-nya melanggar Peraturan Dae-rah Nomor 8 Tahun 2007 ter-kait peredaran minuman ber-alkohol. Rentang denda dan hukuman beragam berdasarkan jenis miras yang dijual.

Joko menjelaskan untuk miras golongan A dikenakan denda maksimal Rp 5 juta dan ancaman kurungan 1 bulan. Miras go-longan B, dikenakan denda 10 juta dan ancaman kurungan 2 bulan. Sementara untuk miras golongan C, denda Rp 40 juta ancaman kurungan 3 bulan.

“Rata-rata orang baru dan café yang baru saja berdiri. Khusus untuk café untuk mengurus izin sebenarnya mudah, tinggal men-cari tahu di website Sleman. Jika persyaratan memenuhi, maka izin akan diberikan,” ujarnya.

Operasi miras akan berlanjut pada tahun 2016. Intensitas ope-rasi juga akan ditingkatkan men-jadi 36 operasi. Dia juga memin-ta agar masyarakat kooperatif jika ada penjual miras ilegal di lingkungannya.

“Kami tidak pan-dang bulu untuk merazia miras. Tahun ini dua mall terbesar di Sleman kami datangi. Alasannya salah satu café di kedua mall ter-sebut berjualan miras,” tegasnya.

Wakapolres Sleman Kompol Widi Saputra mengapresiasi kinerja Satpol PP Sleman. Dia menegaskan tidak ada toleran-si bagi penjual miras ilegal. Ja-jarannya terus bekerjasama dengan Satpol PP Sleman untuk pelanggaran penjualan miras ilegal. (dwi/din/ong)