RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Penertiban area zona inti gumuk pasir memasuki babak paling krusial. Pro-kontra yang sempat mewarnai sosialisasi penertiban ini tidak akan memengaruhi keputusan pemerintah. Pemda DIJ bersama Pemkab Bantul memastikan bakal mengeksekusi puluhan bangunan di zona inti gumuk pasir dengan alat berat hari ini.

Kendati begitu, Bupati Bantul Suharsono memastikan upaya eksekusi ini tetap dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. “Kalau ada yang ngeyel nggak mau keluar tak suruh mbopong. Gendong keluar,” kata Suharsono di kompleks Parasamya, Selasa (13/12).

Suharsono juga mewanti-wanti seluruh personel Satpol PP Bantul menghindari tindakan represif. Seperti memukul penghuni yang keukeuh bertahan dan melawan rencana penertiban. Bahkan, Suharsono berjanji bakal menangani sendiri personel Satpol PP yang menonjolkan kekerasan. “Jangan sampai emosi. Harus bersabar. Karena mereka juga warga kita,” tegasnya.

Guna menghindari protes warga, Suharsono juga meminta seluruh personel institusi penegak perda ini membawa salinan surat perintah penertiban dari gubernur DIJ. Itu juga sebagai salah satu pegangan bahwa penertiban upaya merealisasikan perintah peraturan perundang-undangan. “Tanah ini, kan Sultan Ground. Kalau diminta sama yang punya, kan harus dikasihkan,” ungkapnya.

Terkait penghuni di area zona inti gumuk pasir, Suharsono berjanji bakal memberikan solusinya. Toh, pemkab juga telah memberikan bantuan Rp 1 juta kepada para penghuni sebagai modal untuk melakukan pembongkaran mandiri.

Kasat Pol PP Bantul Hermawan Setiaji menyebutkan, jumlah personel yang diterjunkan sebanyak 150 orang. Mereka dari personel Satpol PP, Koramil Kretek dan polsek Kretek. Untuk mengeksekusi bangunan, pemkab telah menyediakan dua unit backhoe dan dua unit buldoser. “Alat berat standby pukul 06.00,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP pemda DIJ GBPH Yudhaningrat menegaskan, pemerintah telah menempuh seluruh rangkaian proses penertiban. Seperti sosialisasi hingga pemberian uang ganti rugi. Karena itu, pemerintah bakal menindaklanjuti rencana ini dengan eksekusi. “Kalau ada yang tidak mau tetap kita bulldoser,” tegasnya. (zam/mar)