RADARJOGJA.CO.ID-Pariwisata di Kota Jogja mengundang ketidaknyamanan. Keberadaan fasilitas umum kian darurat kondisinya. Beberapa area publik di Jogjakarta menjadi destinasi wisata masih minim toilet umum. Kalaupun ada kebersihanya tidak terjaga.

“Padahal selain akses ke tempat wisata, fasilitas dan kebersihan toilet juga menjadi parameter kesuksesan pariwisata,” kata Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) DIJ Udhi Sudhiyanto.

[ad id=”38614″]
Bahkan, keberadaan toilet umum di obyek wisata belum banyak diperhatikan.Hal tersebut bisa memengaruhi kenyamanan wisatawan saat berlibur. Bahkan untuk obyek wisata yang diperuntukan bagi wisatawan mancanegara, belum banyak yang berstandar internasional.

“Kalau diperuntukan wisatawan mancanegara harusnya juga menyediakan toilet standar internasional, harus bersih ada toilet kering dan tisu,” ujarnya.

Dari pengalamannya selama ini, belum banyak yang menyediakan yang standar. Obyek wisata tujuan wisman di DIJ, seperti di Candi Borobudur, candi Prambanan maupun Keraton Jogja kondisinya memprihatinkan. “Masih perlu ditambah, termasuk menjaga kebersihan toilet,” ungkapnya.

Jika untuk wisman saja, belum banyak yang terakomodir, untuk wisatawan domestik, menurut dia malah lebih parah. Udhi menyoroti keberadaan toilet umum di Malioboro yang jarang. Belum lagi di obyek wisata pantai di selatan DIJ. “Yang utama itu bersih dan ada airnya,” jelas Udhi.(pra/eri)