RADARJOGJA.CO.ID-Ada yang salah dengan pola pengasuhan dan pendidikan pelaku pembacokan siswa SMA Muhammadiyah I (Muhi) Kota Jogja. Hasil penyelidikan Polres Bantul, muncul pengakuan mengejutkan. Pelaku yang telah ditangkap, ternyata selalu membawa senjata tajam (Sajam) tiap keluar rumah.

Hal ini, tentunya menjadi miris. Pelaku yang merupakan masih remaja berusia belasan tahun tersebut sengaja untuk berbuat onar. Artinya, pembacokan terhadap lawan berkendara di jalan itu memang sudah ada niat dari pelaku.

“Mereka seperti sengaja ingin membuat masalah,”tegas Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo.

Seperti telah diketahui, polisi bergerak cepat tak sampai 24 jam untuk menangkap pelaku. Polisi menangkap lima pelaku dan menjerat mereka dengan pasal berlapis. Yakni pasal 80 juncto 76 C Undang-Undang No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 170 KUHP, serta pasal 169 KUHP.

“Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,”jelasnya. (zam/eri)