RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ melakukan tes urine terhadap PNS Pemkab Kulonprogo kemarin. Bertujuan untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Kabag Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan kegiatan tersebut berupa Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Ini langkah nyata pemkab mencegah dan memberantas narkoba,” kata Prastowo.

Kasus penyalahgunaan narkoba di Kulonprogo tidak sebanyak kabupaten lain di DIJ. Namun bukan berarti Kulonprogo aman dari penyalahgunaan narkoba. Peredaran narkoba pernah terjadi di Dekso dan Temon.

“Pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin. Mengajak semua pihak melawan peredaran gelap narkoba di Kulonprogo,” jelas Prastowo.

Petugas BNNP DIJ Santi mengatakan tes urine ini dilakukan mendadak. Harapannya, hasil pemeriksaan valid. PNS menjadi sasaran karena role model bagi masyarakat.

“Upaya Pemkab Kulonprogo pantas diapresiasi. Jika PNS sehat dan terbebas dari narkoba, insyaallah masyarakat juga sehat,” kata Santi.

Masing-masing PNS menerima satu set rapidtest. Mereka mengisi form daftar nama, tempat tanggal lahir, instansi, dan nomor isian yang harus diisi sesuai dengan daftar agar tidak tertukar dengan PNS lainnnya.

“Hasilnya baru bisa dilihat satu atau dua hari ke depan,” kata Santi.

Salah seorang PNS pemkab Sugiasmini mengatakan tidak diberi tahu ada tes urine. Dia mendukung tes narkoba ini. “Agar semua bisa dipastikan terbebas dari narkoba,” kata Sugiasmini. (tom/iwa/mar)