RADARJOGJA.CO.ID Intensitas hujan cukup tingi. Ini memicu hama keluar dari sarangnya. Salah satunya, hama keong mas (pomacea canaliculata). Di Kecamatan Playen, keong mas menyerang tanaman padi dan membuat petani pusing.

Tumiran, seorang petani di Desa Playen mengatakan, hama keong mas muncul dalam beberapa pekan terakhir. Semula kemunculan keong diabaikan. Namun semakin lama merepotkan, karena datang dalam jumlah banyak.

“Ribuan keong mas muncul mengikuti aliran air. Di antaranya ada yang bertelur di sekitar sawah,” ungkap Tumiran, Selasa (13/12).

Ia meneruskan, upaya yang dilakukan hanya memungut keong tersebut. Setiap hari, ia mendapatkan keong mas sebanyak satu plastik besar. Aktivitas tersebut harus dilakukan, bila tidak ingin tanaman padi menguning dan rusak. “Keong mas memakan batang padi, sehingga mati,” jelasnya.

Harjo, petani lainnya menambahkan, dirinya khawatir jika hama keong terus menyerang, usaha pertaniannya terancam gagal panen. Ia berharap, pemerintah membantu petani. Selain disibukkan dengan keong, petani juga direpotkan dengan munculnya hama lain saat musim penghujan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gunungkidul Azman Latif mengaku mendapatkan laporan mengenai serangan keong mas di sejumlah lahan pertanian. Saat ini, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk menanggulangi serangan hama tersebut.

“Masih didata berapa luas tanaman yang terserang keong mas. Semua itu untuk mengambil langkah selanjutnya,” kata Azman Latif.

Diakui, erangan hama pada musim pengujan terus meningkat. Ia menginstruksikan penyuluh pertanian melakukan pendampingan pada petani. Menurutnya, langkah antisipasi sudah dilakukan. “Nanti dilihat jumlahnya (lahan yang terekena), baru kami akan melangkah,” janjinya.(gun/hes)