Penyajian Cantik Jadi Daya Tarik

Di media sosial (medsos), banyak yang mengunggah foto-foto menu makanan yang terlihat lezat. Apalagi menu tersebut ditata sedemikian rupa sehingga terlihat cantik. Di sejumlah restoran, menu yang disajikan juga mendapatkan sentuhan food gourmet. Bahkan saking cantiknya penyajian menu tersebut di atas piring, rasa-rasanya jadi sayang untuk memakannya.

BERBICARA soal makanan dan seluk beluknya membuat banyak orang tertarik membahasnya. Cara penyajian yang eye catching menjadi hal penting. Ketua Indonesian Chef Association (ICA) DIJ Made Witara, 50, menjelaskan seputar gourmet atau cara menghias makanan dalam sajian di atas piring.

Food gourmet merupakan seni menghias makanan menjadi sangat cantik ketika dihidangkan. Bagi beberapa kalangan yang terbiasa menikmati makanan di restoran, sajian yang cantik dan sedap dipandang menjadi hal pokok untuk mereka. Oleh karena itu, menurut chef Made, seni gourmet tidak boleh sembarangan. Seni plating yang detail dan menarik perhatian juga tidak lepas dari ilmu yang diperoleh para chef.
Apakah food gourmet ini hanya bisa dilakukan di restoran-restoran saja? Menurut chef Made, seni menghias makanan ini bisa dilakukan di rumah, terutama untuk para ibu yang anak-anaknya susah makan. Sebab, penyajian yang cantik di atas piring ini menjadi daya tarik dan bisa menambah nafsu makan.

Tips dari chef Made yang pertama harus diperhatikan adalah tamperatur makanan utama yang disajikan. Bahannya harus fresh, setelah matang dan masih dalam kondisi panas harus segera dilakukan plating dan dihias. “Alasannya, agar tidak mengurangi cita rasa dan mengubah warna makanan tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya adalah menentukan kombinasi warna yang pas. Misalnya saja dalam satu piring terdapat nasi, lauk, sayur, atau pelengkap lainnya. Dengan begitu bisa membuat piring sajian lebih berwarna.

Selain itu, tekstur bahan makanan juga harus diperhatikan seperti tekstur nasi yang harus diseimbangkan dengan lauk atau masakan yang akan dimakan. “Kalau masakannya sudah berkuah, nasinya tidak boleh lembek atau terlalu lemas, ini akan merusak cita rasa makanan itu sendiri,” jelasnya.

Porsi dalam satu piring sajian juga harus seimbang kandungannya. Misalnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan lain sebagainya. Ketika menyajikan daging ayam atau sapi, dilihat pula jenis sayur apa yang pas dengan unsur gizi dan kesehatan. Penyajian karbohidrat juga tidak boleh double, terlebih sudah banyak pelengkap makanan yang disajikan dalam satu piring.

Menurut chef Made seni gourmet ini sudah ada pakem standarnya dari ilmu kuliner klasik Perancis. Namun saat ini banyak restoran maupun rumah makan yang menyajikan tanpa menggunakan ilmu tersebut.

“Alasannya agar konsumen tertarik, tapi hiasan yang disajikan tidak dapat dimakan atau dinikmati konsumen tersebut,” ujarnya.

Dalam penyajian makanan, sarannya, sebaiknya konsumen dapat menikmati hiasan ataupun pelengkap yang ada di atas piring, bukan menjadi hiasan semata. Tips terakhir yang diberikan chef Made adalah mengenai ukuran makanan yang disajikan. Makanan utama dan pelengkap lainnya harus sesuai dengan ukuran piring atau mangkok yang digunakan. Tingkat kemiringan, vertikal atau horizontal juga menjadi masalah yang harus diperhatikan.

“Semakin fokus dengan mata konsumen akan semakin menarik dan meningkatkan nafsu makan,” tutupnya. (ita/ila/ong)