Lini tengah, dua winger andalan merupakan pemain yang juga pernah merasakan pahit getir Liga Indonesia. Andik Vermansyah, pemain ini pernah menjadi pujaan dari Persebaya 1927. Sampai saking cintanya dengan klub tersebut, Andik rela merantau ke Malaysia.

Kemudian, man of the macth di leg pertama, Rizki Rizaldi Pora. Pemain ini membuktikan dari bukan siapa-siapa, kini menjadi tumpuan Timnas. Kemudian, Bayu Pradana yang berperan sebagai gelandang box to box juga sukses menjadi pilihan utama di Mitra Kukar.

Stefano Lilipaly menjadi pengecualian. Ia sejak meniti karir selalu berkiprah di Liga Belanda. Kini, saat membela Timnas yang merupakan darah dari bapaknya orang Maluku, ia ikut tertular virus pantang menyerang.

Gelandang bertahan yang bertugas menjadi pertahanan pertama, Manahati Lestusen jangan diragukan. Ia bersama Abduh Lestaluhu memilih menjadi anggota TNI sebagai patriot bangsa. Tempaan mental TNI sangat terlihat dengan kengototan kedua pemain ini.

Kemudian duet center back Hansamu Yama Pranata dan Fachrudin Aryanto. Hansamu diawal perjalanan Timnas Piala AFF sempat menjadi public enemy karena tekelnye di latihan membuat cidera Irfan Bachdim. Tapi, saat mendapatkan kesempatan, Hansamu mengubahnya menjadi penyelemat Timnas. Fachrudin pun demikian. Pemain yang lebih banyak diam ini, mengawali karir dari bawah. Dari PSS Sleman, Persipam Madura, dan menjadi andalan Sriwijaya FC.

Terakhir, full back Beni Wahyudi dan kiper Kurnia Mega. Keduanya, merupakan wakil dari Timnas sebelumnya yang bisa menjadi panutan pemain lain. Selamat generasi emas Timnas. Baktimu akan selalu kami kenang!!! (eri/dem)
1 2