RADARJOGJA.CO.IDGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semua ciptaan Tuhan. Bahkan ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak keragaman sehingga harus diciptakan toleransi yang berbhinneka tunggal ika. Gubernur dari PDIP ini tidak ingin adanya kesewenangan-wenangan.

“Kalau besar tidak boleh semena-semena. Tapi yang kecil juga tidak boleh seenaknya,” katanya.

Pernyataan tersebut dikemukakan saat pembukaan lomba Musabakah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Pelajar di Lapangan Drh Soepardi, Mungkid, Kabupaten Magelang. Sekitar 560 pelajar se-Jawa Tengah akan berlomba dalam kegiatan yang akan berlangsung tiga hari hingga 16 Desember mendatang. Ganjar Pranowo membuka langsung acara tersebut.

“MTQ ini bagian dari mengasah kecerdasan spiritual. Sehingga kelak kemudian hari mereka yang pasti akan memimpin republik ini,” katanya aaat membuka acara tersebut kemarin.

Gubernur mengapresiasi penyelanggaraan MTQ pelajar itu. Selain dilangsungkan MTQ, juga diadakan pameran pendidikan. Anak-anak dinilai bijaksana, yang tentu mulai hari ini sudah memahami budi pekerti. Apalagi tantangan saat ini, pelajar akan digempur dengan kekuatan kultural lainnya seperti teknologi informasi dan narkotika.

“Inilah yang akan merontokkan moral bangsa. Maka melalui MTQ pelajar akan sebuah harapan besar, anak-anak kita yang mempunyai akhlak baik. Kemudian kendali diri yang baik,” pintanya.

Peserta lomba MTQ terdiri dari siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK yang merupakan delegasi dari masing-masing kabupaten/kota di Jawa Tengah. Setiap daerah mengirimkan 16 peserta. Adapun yang dilombakan antara lain tartil, tilawah, tahfidz lima juz dan tilawah.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menyampaikan, penyelenggaraan MTQ di Magelang, merupakan kebanggan dan kehormatan. Ia berharap selama pelaksanaan MTQ bisa dengan tertib, lancar dan aman. (ady/dem)