Terhadap Pegawainya yang Jadi Kurir Narkoba

RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman tidak akan memberikan perlindungan terhadap pegawainya, Harun Listiyanto, yang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ karena menjadi kurir narkoba. Langkah itu sebagai bentuk komitmen kejaksaan dalam mendukung program pemerintah melawan narkoba.

“Tidak ada bentuk bantuan hukum karena tindakan yang dilakukan merupakan perbuatan criminal,” tandas Kepala Kejari Sleman Dyah Retnowati Astuti di kantornya, kemarin (14/12) sore.

Dia menyebut pihaknya mendukung penegakan hukum yang nenimpa pegawai yang kesehariannya bertugas mengawal tahanan itu. Pihak kejaksaan tidak mentoleransi terhadap perbuatan melanggar hukum yang dapat memperburuk citra kejaksaan.

Dia menyebut hingga kini pihaknya masih menunggu surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) oleh BNNP DIJ. Bila Kejari Sleman diserahi penanganan dalam penyidikan kasus itu, pihaknya secara profesional akan memproses tersangka meski berstatus pegawai sendiri.

“Semua akan ditindak sesuai materi pidana yang diperbuat,” tegas Dyah. Sesuai arahan pimpinan, kejaksaan mendukung upaya-upaya pemberantasan perbuatan tercela. Bahkan kejaksaan sudah mendeklarasikan untuk melawan korupsi, narkoba dan minuman keras.

[ad id=”34932″]
Menurutnya, kejaksaan masih memiliki citra yang buruk di masyarakat. Dengan ketegasan terhadap penangnan hukum terhadap para oknum kejaksaan, diharapkan citra buruk itu bisa terkikis.

Sementera untuk status kepegawaiannya, akan ada lembaga yang melakukan pengawasan. Namun untuk saat ini status tersangka tidak aktif dari Kejari Sleman dan menjadi tahanan BNNP DIJ.

Sementara itu, firasat buruk terhadap pegawai yang sejak 2013 mengabdi di Kejari Sleman ini dirasakan dua hari sebelum penangkapan. Ketika itu, tersangka berkelakar dengan teman-temannya di kejaksaan soal penahanan.

“Kalau saya yang dikawal dengan teman-teman seperti para tahanan ini gimana ya?,” ujarnya menirukan ucapan pegawainya. Dia tidak menyangka candaan itu sebagai pertanda penangkapan oleh BNNP DIJ atas kasus narkoba.

Dikatakan, tidak ada satu pun pegawai di kejari yang mengerti perbuatan pelaku sebagai kurir narkoba. Sebab, sejauh ini, perilaku setiap pegawai diawasi.

Kasi Pidana Umum Kejari Sleman Hafidi menerangkan, keseharian tersangka bukan mengawal tahanan dari Lapas Narkotika Pakem, melainkan tahanan dari Lapas Kelas IIB Cebongan. Namun selama di PN Sleman, tersangka juga bertugas menjaga sel.

“Atas kejadian ini kami akan perbaiki celah-celah yang ada,” jelasnya. Menurutnya, prosedur ketat sudah dilakuan dalam mengawal tahanan. Untuk mengantar dan mengembalikan tahanan, petugas mendapatkan surat tugas khusus dari Kasi Pidum. “Ada pengawalan melekat kepada setiap putugas,” jelasnya. (bhn/laz/ong)