RADARJOGJA.CO.ID– DPRD Kabupaten Magelang memberikan perhatian khusus kepada nasib Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Anggaran honor para tenaga honorer ini mengalami peningkatan dari yang sebelumnya.

“Komitmen dewan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer. Salah satunya meningkatkan honor,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono.

Selama ini, honor para tenaga honorer itu relatif kecil. Kenaikan tunjangan atau insentif tersebut, diharapkan dapat berimbas pada peningkatan kinerja GTT dan PTT. Perhatian kepada pekerjaannya juga akan meningkat. Terutama mereka yang bekerja sebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah.

“Sebelumnya hanya Rp 150 ribu per bulan. Kita usulkan naik dan disepakati bersama eksekutif menjadi Rp 600 ribu per bulan,”tuturnya

Kenaikan tunjangan ini, berawal dari keprihatian DPRD terhadap persoalan GTT dan PTT. Persoalan mereka selama ini tidak kunjung diselesaikan pemerintah. Padahal, tugas-tugas mereka memang dibutuhkan lembaga pendidikan, maupun tempat tugas mereka lainnya.

Yogyo mengakui, kenaikan tunjangan ini memang belum ideal. Namun apa yang diberikan ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi para GTT dan PTT.

“Terus terang, masih belum setara dengan UMK Kabupaten Magelang. UMK tahun 2017 mendatang sebesar Rp 1.570.000 per bulan. Bahkan masih jauh juga dengan KHL (Kebutuhan Hidup Layah) diwilayah ini, sebesar Rp 1.608.762,95,” tandasnya.(ady/dem)