RADARJOGJA.CO.ID – SATUAN Reskrim Polres Bantul bergerak cepat untuk mengungkap pelaku pembacokan siswa SMA Muhi Jogja. Hingga kemarin, sepuluh pelaku ditangkap secara marathon.

Sembilan di antaranya ditetapkan sebagai ter-sangka dan dilakukan penahanan. Mereka dititipkan di Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Pajangan.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, penetapan satu tersangka lain berinisial Cb menunggu kehadir-an orang tuanya. Dikatakan, pemeriksaan Cb sebagai tersangka membutuhkan pendam-pingan.

“Orangtuanya masih perjalanan dari Surabaya,” ungkapnya kemarin (14/12) petang.

[ad id=”37015″]
Adapun tiga dari sepuluh pelaku pembacokan ditangkap Selasa (13/12) malam. Dua lainnya diringkus kemarin siang
Sedangkan lima lagi diciduk Senin (12/12) malam. Lima ter-sangka yang ditangkap Senin malam berasal dari Sleman. Mereka adalah Km, warga Condongcatur, Depok dan Dp asal Kalasan, Mg, Ra, dan Rs.

Kelima pelaku yang ditangkap belakangan adalah SI, warga Jogo-karyan, Mantrijeron; Ef (Umbul-harjo), dan Dd (Gedongtengen), serta Cb (Suryoputran). Keempat-nya asal Kota Jogja. Satu lagi, Pr, warga Kasihan, Bantul. Kelimanya ditangkap di lokasi berbeda.

Menurut Anggaito, kesepuluh pelaku berasal dari dua sekolah di Kota Jogja.

“Rinciannya saya nggak begitu hafal. Yang jelas dua sekolah,” lanjut Anggaito tanpa menyebut nama dua sekolah yang dimaksud.

BACA: Ratusan Pelayat Adnan Wirawan Arsiyanta Padati TPU Bayen
BACA: Adnan Wirawan Arsiyanta Sempat Pamit Mau Pergi Lama
BACA: SMA MUHI Diserang, 7 Luka-Luka, 1 Kritis
Dari pemeriksaan terungkap kesepuluh pelaku tersebut me-ngaku berada di lokasi. Mereka tak membantah ikut terlibat dalam aksi pembacokan serta pengani-ayaan.

Kendati begitu, Anggaito menegaskan, penyidik masih men-dalami peran masing-masing pelaku ini.

“Itu karena keterangan antarpelaku belum sama,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, rom-bongan siswa SMA Muhi Kota Jogja Senin (12/12) lalu diserang sekelompok pemuda di Jalan Imogiri-Panggang Dusun Lanteng, Selopamioro, Imogiri.

Kala itu, mereka hendak pulang selepas mengisi waktu liburan di Pantai Ngandong, Gunungkidul. Akibat aksi klithih ini, tujuh korban ter-luka. Satu di antaranya meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit. (zam/yog/ong)