RADARJOGJA.CO.ID – Polisi kembali membongkar kasus perjudian. Kali ini, Tim Buser Polres Gunungkidul mengamankan lima orang yang diduga terlibat kasus mengadu nasib dengan kartu cina. Salah satu yang diamankan adalah oknum pegawai negeri sipil (PNS).

Penggerebekan judi berlangsung Rabu dini hari (14/12) pukul 00.30. Lima orang yang berhasil diamankan masing-masing Basuki (PNS), 48; Slamet, 43; Dwi, 35; Budi, 35, dan Bernadetus, 45. Kelima orang tersebut melakukan judi di kampung Bupati Gunungkidul, Badingah. Yakni, Padukuhan Purbosari, Wonosari, Kecamatan Wonosari.

[ad id=”38614″]
Penggerebekan berawal saat petugas mendapat informasi di rumah Sri ada berapa orang tengah judi jenis kartu cina. Petugas bergerak cepat melakukan pengintaian dan menggerebek mereka.

Kelima orang diamankan ke kantor polisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa kartu cina, uang tunai Rp 503 ribu, satu buah tika, empat buah dompet berisi identitas, lima buah telepon genggam, dan empat unit sepeda motor.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijat membenarkan adanya penggrebekan sarang judi di Purbosari, Wonosari, tepatnya di RT 09/09. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, sejumlah orang diamankan.

“Satu orang berinisial BDM (PNS) yang sempat diamankan, berstatus saksi,” kata Mustijat.

Dari hasil pemeriksaan di kantor polisi dan didukung bukti lain, oknum PNS tersebut tak ikut dalam aksi judi. Saat penggerebekan, Basuki dalam posisi tertidur. Meski begitu, Basuki ikut diciduk.Para pelaku dijerat Pasal 303 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana 9 tahun penjara.

Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, untuk memerangi perjudian terus dilakukan operasi penyakit masyarakat. Petugas juga melakukan sosialisasi pada masyarakat.(gun/hes)