RADARJOGJA.CO.ID – Identitas pasar tradisional dipercantik. Di Gunungkidul, dari hasil identifikasi di 14 kecamatan, puluhan pasar digelontor anggaran miliaran rupiah untuk sarana perbaikan.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Gunungkidul Widagdo mengatakan, di wilayahnya ada 37 pasar tradisional. Dari jumlah tersebut, banyak yang mendesak dilakukan perbaikan. Pasar tersebut meliputi pasar di Kecamatan Rongkop, Tanjungsari, Purwosari, Karangmojo, Girisubo, Ponjong, Playen, Trowono, dan pasar di Semanu.

“Dari sembilan pasar tersebut, pemerintah menganggarkan revitalisasi sebanyak 10 pasar tradisional dengan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar,” kata Widagdo Rabu (14/12).

[ad id=”36234″]
Widagdo meneruskan, upaya revitalisasi untuk membangun kembali sarana fisik pasar maupun mengembangkan pasar dengan penambahan fasilitas. Melalui langkah pemugaran, diharapkan bisa meningkatkan daya kunjung masyarakat.

“Di tengah maraknya toko berjejaring, masyarakat tidak meninggalkan pasar tradisional,” tegasnya.

Dikatakan Widagdo, alokasi dana relokasi revitalisasi pasar tradisional dari anggaran Pemprov DIJ dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Melalui pembangunan dan penambahan sarana dan prasarana, masyarakat bisa lebih nyaman saat berbelanja.

“Kami berharap pedagang dan pengunjung menjaga kebersihan lingkungan pasar, sehingga tetap rapi dan nyaman,” ucapnya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, rata-rata pembangunan setiap pasar menelan anggaran kurang lebih Rp 500 juta. Dengan gelontoran dana yang tidak sedikit tersebut, Badingah berharap pembangunan pasar bisa mendorong peningkatan perekonoian. Khususnya pada para pedagang. “Keberlangsungan pasar tradisional ke depan menjadi lebih baik lagi,” kata Badingah.(gun/hes)