RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Kepala Rutan Negara Kelas II B Bantul (Rutan Pajangan) Syahrial Yuska menjamin keselamatan para tersangka pembacokan siswa Muhi Jogja selama berada di dalam rutan. Hal itu menepis isu yang beradar di masyarakat bahwa mereka akan menjadi bulan-bulanan narapidana.

Sebagaimana diketahui, polisi menitipkan sepuluh tersangka di Rutan Pajangan untuk mempermudah proses penyidikan.

Mereka ditempatkan di blok berkebutuhan khusus Condrodimuko. Blok khusus untuk tahanan anak-anak dan narapidana dewasa berkebutuhan khusus.

“Mereka (tersangka) ditempatkan di dua kamar,” jelas Syahrial didampingi Kepala Keamanan Rutan Agus Subagya kemarin.

Ada tiga kamar di dalam blok berkebutuhan khusus ini. Dua kamar di antaranya khusus untuk anak-anak. Satu kamar lagi untuk narapidana berkebutuhan khusus. Seperti lansia dan oknum polisi yang terjerat persoalan hukum. Menurut Syahrial, jumlah warga binaan yang menghuni blok berkebutuhan khusus Condrodimuko saat ini sebanyak 22 orang.

Karena berada di blok untuk berkebutuhan khusus, Syahrial memastikan seluruh tersangka yang masih berstatus pelajar aman. Mereka tidak bakal bersinggungan dengan warga binaan dewasa. Bahkan, untuk kebutuhan makan dan minum diantar sendiri oleh petugas.