RADARJOGJA.CO.ID-DPRD Kabupaten Magelang menunjukkan sikap tegasnya. Mereka menolak pengajuan anggaran dari eksekutif berupa dana hibah bantuan sosial (bansos). Nilainya mencapai Rp 1,6 Miliar untuk program barang bantuan unggas benih lele, cangkul dan sabit.

“Dewan mendorong pemberian hibah bansos harus sesuai sasaran. Misalnya seperti cangkul sabit ini kurang tepat. Dimana pemberian cangkul itu secara tidak langsung, Pemda membiarkan masyatakat menjadi buruh tani,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Yogyo Susaptoyono
Ia pun menyampaikan, kebutuhan cangkul antar petani itu berbeda, tergantung jenis tanah. Padahal, program hibah dengan nilai sebesar itu jenis barangnya hanya satu. Dengan demikian, program hibah cangkul dan sabit ini sebagian besar tidak sesuai kebutuhan mereka.

“Program sebaiknya mengarah ke penguatan kesejahteraan masyarakat. Sesuai RPJMD, yang merupakan terjemahan dari visi misi bupati, penguatan infrastruktur pedesaan masih perlu mendapat perhatian serius. Termasuk jalan usaha tani, irigasi, termasuk wadah sektor pertanian. Itu penting agar dapat perhatian,” jelasnya.