RADARJOGJA.CO.ID-Sebagai kota pelajar, Jogjakarta selama ini dikenal dengan kesantunan generasi mudanya. Tapi, akhir,-akhir ini, khususnya di kalangan pelajar, muncul stigma negatif. Kalangan pelajar yang sedang mencari jati diri itu sudah kelewat batas. Mereka dengan mudahnya melakukan kekerasan terhadap orang lain. Saat ini disebut Klithih.

Bahkan, aksi menyakiti orang lain juga terjadi di Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul. Berani mabuk dan membacok orang lain menjadi sebuah kebanggaan yang merata di kalangan pelajar. Di SMAN 1 Kalibawang, lima pelajar terluka setelah diserang tiga pemuda tanggung di wilayah Ngipikrejo, Dusun Banjararum Kamis (15/12) siang.

Kini ketiga pelaku telah diringkus jajaran Polres Kulonprogo untuk menjalani pemeriksaan. Mereka adalah SM,18, warga Ngemplak, Sleman; CDP,17 (Samigaluh, Kulonprogo); dan DBJ,16 (Condongcatur, Sleman).

Dari penuturan saksi mata, ketiga pelaku menyatroni SMAN 1 Kalibawang mengendarai dua unit sepeda motor trail. Tiba-tiba, mereka menggeber-geber gas sampai menimbulkan suara gaduh dari knalpot. Siswa yang sedang menjalani class meeting di dalam lingkungan sekolah merasa terganggu.

“Sehari sebelumnya juga ada aksi serupa oleh belasan motor. Karena itu teman-teman secara spontan langsung keluar begitu mereka geber-geber motor dan melempari batu,” kata siswa SMAN 1 Kalibawang Reza Hamam.

Dua siswa mengalami luka memar. Yakni, Bilal Sabari dan Yoga Wahyu Santoso. Aksi lempar batu pun berujung bentrok. Itu bermula saat beberapa siswa nekat mendekati tiga pelaku. Seorang pelaku tiba-tiba mengeluarkan pedang dan membacok dua siswa. Akibatnya, Valentinus Henri Prasetya dan Alfian Triantama terluka sayat di bagian tangan. Satu korban lagi, Ignatius Damai mengalami luka robek pada kaki.