RADARJOGJA.CO.ID – Perayaan Natal dan tahun baru tinggal menghitung hari. Untuk menjaga situasi kondunsif, jajaran Polres Gunungkidul mengundang ormas Islam. Di antaranya, perwakilan tokoh muda Nahdratul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Selain ormas Islam, kepolisian juga mengundang organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) cabang Gunungkidul. Ormas diminta partisipasi dalam menjaga kemanan dan ketertiban.

“Lebih tepatnya membantu kepolisian dalam persiapan menyambut libur panjang,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi, Kamis (15/12).

Pembagian personil ormas menyesuikan situasi dan kondisi di lapangan. Sebagai gambaran awal, dari pemuda Ansor menurunkan sekitar 85 personil, Kokam sebanyak 100 personil, dan puluhan dari KNPI. Sedang dari kepolisian, pihaknya menerjunkan 250 personil. Jumlah total kekutan personil kepolisian sekitar 1.000 petugas. Sebelum menjalankan tugas, terlebih dahulu dilaksanakan rapat koordinasi eksternal dengan Pemkab Gunungkidul.

“Juga akan didirikan posko pengamanan di sejumlah titik rawan,” ujarnya.

Menurut kapolres, koordinasi yang dibangun dengan ormas bukan pertama kali. Tahun lalu, kepolisian sudah melakukan hal tersebut.

Mantan Kapolres Belitung Timur Polda Bangka Belitung ini berharap, pelaksanaan natal dan tahun baru berlangsung kondunsif. “Terlebih, tadi malam (Kamis) Polsek Patuk mengamankan sejumlah pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam. Contoh hal-hal demikian yang harus diantisipasi,” ucapnya.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengapresiasi langkah kepolisian yang membangun komunikasi dengan ormas. Kata Immawan, cukup sulit bagi polisi menjaga keamanan dan ketertiban tanpa bantuan masyarakat.(gun/hes)