RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Belum semua warga negara Indonesia mengetahui bahwa setiap korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum berhak mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja. Berangkat dari kenyataan tersebut, PT Jasa Raharja terus mengintensifkan sosialisasi tentang tata cara pengurusan santunan kecelakaan kepada masyarakat termasuk dikalangan pelajar di Jogjakarta.

Kamis (15/12) kemarin PT Jasa Raharja DIJ menyambangi SMAN 2 Bantul. Kedatangan rombongan PT Jasa Raharja tersebut bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada para pelajar sekolah setempat terkait keberadaan perusahaan BUMN PT Jasa Raharja dan tata cara pengurusan santunan kecelakaan.

“Kehadiran PT Jasa Raharja di tengah masyarakat sebagai bentuk tanggungjawab sekaligus kepedulian negara terhadap masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum,” kata Humas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung saat memberikan sosialisasi di SMAN 2 Bantul, Kamis (15/12).

Wahyu menambahkan, PT Jasa Raharja merupakan perusahaan negara dibawah Kementerian BUMN. Tugas, pokok, dan fungsi PT Jasa Raharja diatur melalui UU Nomor 33 Tahun 1964 dan UU Nomor 34 tahun 1964 junto PP Nomor 17 dan Nomorr 18 Tahun 1965.

“Jika mengetahui ada kecelakaan segera hubungi kantor polisi terdekat dan PT Jasa Raharja. Sebab, partisipasi masyarakat sangat penting agar PT Jasa Raharja dapat segera membantu korban untuk pengurusan santunan,” jelas Wahyu.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuuhi para pemohon/korban kecelakaan/ahli waris korban kecelkaan meninggal dunia. Persyaratannya adalah laporan polisi (LP), STNK, KTP, KK, dan bukti keterangan dari tim medis/rumah sakit/puskesmas/klinik. “Syarat utama adalah laporan polisi,” papar Wahyu.

Kini, pengurusan santunan PT Jasa Raharja menjadi lebih mudah, tepat, dan cepat. Sebab, PT Jasa Raharja telah bekerjasama dengan rumah sakit milik pemerintah daerah di DIJ dan rumah sakit swasta. Antara lain, RS JIH, RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah, dan lain sebagainya.

“Korban kecelakaan yang dirawat di rumah sakit tersebut tidak perlu memikirkan biaya perawata. Sebab, PT Jasa Raharja akan menanggung biaya perawatan maksimal sampai dengan Rp 10 juta. Selanjutnya, pihak rumah sakit sendiri yang akan menagihkan biaya perawatan ke PT Jasa Raharja,” ungkap Wahyu.

Selain luka-luka, korban kecelakaan yang meninggal pun berhak mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja. Besaran santunan untuk korban kecelakaan meninggal dunia angkutan darat dan laut sebesar Rp 25 juta dan Rp 50 juta untuk korban kecelakaan meninggal dunia moda angkutan udara.

“Korban yang mengalami cacat tetap juga mendapat santunan yaitu Rp 25 juta untuk angkutan darat dan laut dan korban cacat tetap akibat kecelakaan angkutan umum udara nilai santunan Rp 50 juta,” terang Wahyu. (mar/dem)