RADARJOGJA.CO.ID – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X berharap tidak ada aksi balas dendam dalam kasus gerombolan klithih yang terjadi baru-baru ini. Sebab, itu bukan solusi terbaik. Namun, hukumlah yang harus ditegakkan.

“Balas dendam itu tidak menyelesaikan masalah. Kalau itu terjadi tentu harus ditindak. Karena itu juga melanggar hukum,” ujarnya kemarin (16/12).

Dikatakan, penegakan hukum adalah solusi terbaik untuk memutus mata rantai. Termasuk kasus-kasus gerombolan klithih dan kenakalan remaja yang sudah ke arah tindak kriminalitas.

Apalagi, kasus gerombolah klithih kemarin melibatkan siswa dua SMA yang memiliki sejarah panjang dendam yang tidak terselesaikan. Harus ada proses hukum yang ditegakkan. Terlebih kasus kemarin memang sudah direncanakan, ada itikad untuk melanggar hukum.

“Mereka punya dendam yang tidak selesai. Hukuman pidana harus ada untuk memutus mata rantai itu,” ujar gubernur yang juga raja Keraton Jogja ini.

Di sisi lain, lanjutnya, keluarga dan orang tua harus menyadari adanya tantangan luar biasa besar ketika anak-anaknya sudah berada di luar rumah dan mengenal pergaulan. Namun itulah tantangan bagi orang tua dalam mendidik dan menjaga anak-anaknya.

Orang tua sibuk bukan jadi alasan. Karena saat ini, hampir semua orang tua dan anak memiliki handphone yang fungsi utamanya bisa menguatkan komunikasi. Berbeda dengan 10 atau 15 tahun lalu yang alat komunikasi masih terbatas pada telepon rumahan.

“Karena masing-masing sudah pegang HP, membangun komunikasi jauh lebih mudah saat ini karena ada teknologi. Jadi tidak ada alasan orang tua tidak mengerti perilaku anaknya atau tidak ada kesempatan mendidik anak,” papar HB X.

Ditambahkan, pendidikan rumah tangga tidak bisa disingkirkan dari komitmen membangun keluarga. Pola pendidikan anak paling besar ada pada orang tua, sedangkan sekolah dan guru memiliki keterbatasan. Apalagi dalam soal waktu, yakni hanya saat jam pelajaran sekolah.

“Bagaiamana keluarga itu bisa mengendalikan putra-putrinya di dalam rumah dan bagaimana anak bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri saat bergaul di luar rumah. Kalau anak itu melanggar hukum saat bergaul di luar rumah, ya harus bertanggung jawab,” tandasnya. (bhn/dya/laz/ong)