Belum Sempat Tempati Rumah Baru, Keburu Ditangkap Densus 88

Kepulangan kedua Ika Puspitasari, 35, perempuan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 dari perantuannya sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong, sempat menjadi tanda tanya adiknya, Ari. Hal itu karena ada perubahan mencolok sang kakak yang dinilainya di luar kewajaran.

BUDI AGUNG, Purworejo

Ari menuturkan, Ika dua kali menjadi TKW di negara yang berbeda. Keberangkatan pertama ke Malaysia selama empat tahun. Sedangkan keberangkatan keduanya ke Hongkong yang menghabiskan waktu hamper 12 tahun.

“Kepulangan pertama tidak begitu berbeda. Tapi yang kedua dari Hongkong itu membuat saya sempat menanyakan kepadanya. Klambine kaya ngono, kok medeni uwong temen (pakaiannya seperti itu, sangat menakutkan, Red),” kata Ari saat ditemui di rumahnya, Dusun Tegalsari, Brenggong, Purworejo, kemarin (16/12).

Namun pertanyaan itu tidak mendapat tanggapan dari Ika. Dua bulan di rumah, keduanya jarang bertemu karena menempati rumah yang berbeda. Ika lebih banyak menghabiskan waktu di rumah nenek dan ibunya di pinggir jalan, sementara Ari tinggal bersama ayahnya, Sudiyono.

“Dua bulan di rumah itu hanya kadang-kadang saja ketemu. Pas Ika sedang menengok rumah yang kebetulan berada di sebelah rumah yang saya tinggali. Tapi waktunya banyak di rumah nenek, di bawah,” tambah Ari.

BACA: Densus 88 Ringkus Terduga Teroris Bom Bekasi di Purworejo