RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Polisi masih terus melakukan penyidikan terhadap 10 tersangka kasus pembacokan terhadap rombongan siswa SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Jogja hingga tewasnya Adnan Wirawan Arsiyanta, 16. Termasuk melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan para pelaku.

Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, penyidik akan melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan pelaku terkait kemungkinan pengaruh narkoba atau minuman keras (miras). Sebab, pengaruh dua zat itu bisa menjadi faktor seseorang untuk berbuat kriminal.

“Akan didalami apakah para pelajar yang menjadi pelaku dalam kasus ini pengonsumsi narkoba atau miras,” jelas jenderal polisi bintang satu ini kepada wartawan Mapolda DIJ, kemarin (16/12).

Mengenai motif, Dofiri menyebut dendam kelompok. Ini karena sebelumnya pernah terjadi konflik di antara kedua kelompok. “Pada hari kejadian kelompok yang satu menghadang kelompok yang baru pulang dari rekreasi, sehingga timbul korban,” katanya.

Dia berjanji kasus kekerasan pelajar ini akan menjadi antensi khusus bagi Polda DIJ. Penegakan hukum dan proses hukum akan tetap berjalan sesuai dengan perbuatan para pelaku. “Ini menjadi pelajaran bagi kelompok lain untuk tidak melakukan hal-hal serupa,” pintanya.

Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Frans Tjahyono menambahkan, penyidik Polres Bantul saat ini berupaya menyelesaikan proses penyidikan. Termasuk melengkapi keterangan saksi dan barang bukti.

“Akan segera kami limpahkan ke kejaksaan bila berita acara perkara ini selesai. Waktunya untuk kasus anak memang lebih cepat daripada pidana pada umumnya,” kata Frans. Dia menjelaskan, penyidik masih akan mengurai satu-persatu untuk mengetahui peran masing-masing pelaku.(bhn/dya/laz/ong)