RADARJOGJA.CO.ID – Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Gunungkidul sudah menyelesaikan berita acara pemeriksaan (BAP) Dwi Jatmiko. Tidak lama lagi, berkas koordinator tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Selatan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

“BAP sudah selesai dan telah ditandattangani,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi, Jumat (16/12).

Nugrah melanjutkan, rencananya berkas Dwi Jatmiko diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul pekan depan. Pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka usai sakit akibat kecelakaan lalu lintas merupakan berkas terakhir yang ditunggu.

“Sudah melakukan pemeriksaan tahap terakhir penyelesaian berkas. Senin depan, berkas kami serahkan ke kejaksaaan,” tegasnya.

Menurut Nugrah, hasil pemeriksaan tahap akhir dikaji penyidik reskrim dan dilampirkan dengan BAP saat diserahkan ke kejaksaan. Mantan Kapolres Bangka Belitung ini berharap, berkas yang dikirim ke kejaksaan bisa lengkap dan segera disidangkan. “Harapan kami berkas P21 (lengkap),” katanya.

Kasi Pidus Kejari Gunungkidul Sihit membenarkan, hingga kini berkas tersangka pungli TPR belum diterima. Kejaksaan akan mengembalikan berkas pemeriksaan tersangka dari oknum pegawai negeri sipil (PNS) itu, jika tidak lengkap.

“Berkas pemeriksaan itu harus dilengkapi kembali, sebelum dilimpahkan ke pengadilan,” imbuh Sihit.

Menurut Sihit, berkas perkara akan dikembalikan pada penyidik Polri disertai petunjuk yang harus dilengkapi atau P-19. Namun, ia tak mau merinci apa petunjuk yang harus dilengkapi penyidik Polri dalam berkas tersebut.

Pada Sabtu (15/10), satgas antipungli Polres Gunungkidul menangkap basah Dwi Jatmiko di TPR. Petugas mengamankan barang bukti sejumlah bendel karcis, uang tunai Rp 9,5 juta, dan dokumen milik TPR.

Menyandang status sebagai tersangka kasus pungli, nasib Dwi Jatmiko semakin terjepit. Selain ancaman penjara, dana pensiun oknum pegawai di kantor Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul terancam dicabut.(gun/hes)