RADARJOGJA.CO.ID-Kaum perempuan kini sudah memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki. Anggapan dari masyarakat bahwa perempuan hanya konco wingking pun telah berubah seiring dengan perkembangan zaman.

Ini seperti diutarakan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X saat pembukaan Kongres V Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Jumat (17/12). Ia mengatakan, dunia yang dikuasai laki-laki merupakan peninggalan sejarah. Saat ini tren perempuan yang tampil dalam berbagai profesi dan jabatan bukan hal yang aneh.

“Perempuan jangan hanya mempersoalkan meningkatkan keterlibatan perempuan, tapi juga harus bisa memengaruhi proses politik,” ujar HB X.

Menurut dia, KPPI harus bisa meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan publik. Perempuan harus berpartisipasi dalam semua tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. “Termasuk mendorong pembuatan UU yang responsif gender, tidak bias gender,” pesannya.

Seusai memberikan sambutan dalam acara tersebut, HB X langsung diserbu para perempuan anggota KPPI untuk berfoto bersama.

Pembawa acara pun harus mengingatkan supaya peserta tertib, menunggu akhir acara untuk berfoto bersama HB X. Benar saja, seusai ditutup HB X kembali menjadi sasaran foto bersama para peserta.

Tapi diakui ayah lima puteri itu, dalam pelaksanaannya masih terkendala. Adanya kendala kultural dan struktural. Untuk itu HB X mendukung pemberdayaan perempuan yang lebih luas dengan persamaan hak demokrasi dan menentang diskriminasi.

Ketua Pengurus Pusat KPPI Ratu Dian Hatifa juga mengakui masih adanya hambatan dalam keterlibatan perempuan di politik. Salah satunya, jelas dia, adalah hambatan dari elite partai politik yang tidak memberikan kesempatan untuk pengambilan kebijakan. Seperti untuk penempatan nomor urut yang jarang diberikan pada nomor urut satu atau dua. “Dalam parpol memang masih ada budaya patriarki,” ujarnya. (pra/eri)