RADARJOGJA.CO.ID-Setelah tak mengindahkan pemanggilan sidang tindak pidana ringan (Tipiring), Pemkab Sleman akhirnya menindak tegas terhadap salon dan spa plus. Enam salon spa yang berada di Ruko Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman itu bahkan menggunakan tanah kas desa Donoharjo.

Camat Ngaglik Anggoro Aji Sunaryono mengakui penggunaan tanah kas desa tersebut. Hanya saja untuk teknis penggunaannya, ia tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja dirinya berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Sudah sejak pejabat desa yang terdahulu. Padahal peruntukan tanah kas desa itu harus jelas. Bisa saja di luar sepengetahuan pemdes adanya peralihan kewenangan,” ujarnya di sela-sela razia di Jalan Gito-Gati, Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman.

[ad id=”37015″]

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Sleman Rusdi Rais menegaskan, salon spa plus menyalahi izin gangguan. Penyegelan ini sendiri tidak lanjut dari laporan keluhan masyarakat. Selain itu keenam salon spa plus telah mendapatkan peringatan sebanyak tiga kali.

Disinggung mengenai perizinan, Rusdi mengaku tidak akan menerbitkan. Terlebih pengaturan perizian tanah kas desa harus melalui gubernur. Sehingga pemanfaatan sebagai lokasi salon spa plus sudah menyalahi regulasi.

“Peringatan sampai tiga kali, bahkan hingga tahapan sidang. Dan tanggal 15 Desember adalah batas akhir menutup sendiri. Tidak ada toleransi lagi, tidak akan kami beri izin jika ingin mengurus. Jika masih ngeyel, kami segel kembali,” tegasnya.

Beroperasinya salon spa plus melanggar Perda Sleman Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Izin Gangguan. Satpol PP Sleman telah memberi toleransi kepada pemilik usaha untuk menutup sendiri. Sekaligus menampik info penyegelan ini telah bocor.

1 2