RADARJOGJA.CO.ID – Polsek Patuk sempat mengamankan sejumlah remaja dalam operasi pencegahan tindak kriminalalitas. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, akhirnya mereka dilepas penyidik.

Kapolsek Patuk Kompol Mugiman mengatakan, pada Rabu malam (14/12), anggota polisi bersenjata lengkap menggelar patroli. Sampai di TKP, tepatnya Desa Putat, Kecamatan Patuk, mendapati sejumlah remaja bergerombol. Karena ditemukan benda tajam, akhirnya lima remaja itu diamankan. Sementara lainnya melarikan diri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, keterlibatan mereka dalam aksi kriminalitas tidak ditemukan,” kata Mugiman, Senin (18/12).

Karenannya, proses hukum terhadap kelima anak muda itu dihentikan. Mereka sempat diamankan. Namun, saat dilakukan penelusuran tidak ditemukan bukti-bukti adanya pelanggaran hukum.

Walau begitu, pembinaan masih berlanjut dan kemudian diserahkan pada orang tua masing-masing. Soal keberadaan senjata tajam dan barang bukti lain saat penangkapan, Mugiman tidak menampik.

“Saat diperiksa dan diamankan, mereka tidak sedang membawa senjata tajam. Jadi sajam itu disimpan di dalam rumah setelah petugas melakukan upaya pengejaran,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Heri Nugroho prihatin dengan maraknya kasus kenakalan remaja yang akhir-akhir ini marak. Karena itu, pihaknya mendukung upaya kepolisian melakukan pencegahan tindakan kriminalitas tersebut.

“Kalau terbukti bersalah tentu diproses secara hukum. Jika tidak, tentu dilepaskan dan diberi pembinaan,” kata politisi Golkar ini.

Sebelumnya, beberapa anak muda yang sempat diamankan kepolisian. Mereka adalah AS, warga Dadapayu, Kecamatan Semanu; MR dan J warga Putat, Kecamatan Patuk; R warga Salam, Kecamatan Patuk, dan GK warga Beji, Kecamatan Patuk.

Bersama mereka juga diamankan barang bukti berupa sebilah pedang, beberapa senjata tumpul, 5 botol miras, 6 handphone, dan 10 sepeda motor.(gun/hes)