RADARJOGJA.CO.ID-Ambruknya alat peraga kampanye (APK) berbentuk baliho yang dipasang di Jalan Prof Dr Sarjito Terban Gondokusuman Jogja, dinilai merugikan pasangan Imam Priyono dan Achmad Fadli (IP-AF). Menurut Ketua Tim Pemenangan Paslon IP-AF, Danang Rudiyatmoko pihaknya dirugikan dengan kejadian tersebut. Mereka akan mempertanyakan pemasangan baliho oleh rekanan KPU Kota Jogja yang tidak sempurna dan akhirnya menyebabkan korban jiwa.

“Pemasangan sempurna tidak, yang memasang pihak ketiga siapa kita juga tidak tahu, itu yang juga akan kita pertanyakan ke KPU Kota Jogja,” kata Danang.

[ad id=”38614″]

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogjakarta ini akan segera melakukan klarifikasi ke KPU Kota Jogja. Hal itu juga terkait dengan jawaban KPU Kota Jogja melalui media sosial, yang menyebutkan sudah berkirim surat ke tim paslon untuk perawatan dan perbaikan APK.

“Hingga kejadian tadi, kita sudah cari dan tidak ada surat masuk dari KPU terkait baliho perlu dirawat atau tidak,” tuturnya.

Danang menegaskan, baliho yang jatuh di timur jembatan Sardjito tersebut merupakan baliho yang dipasang oleh KPU. Hingga saat ini tim paslon IP-Fadli belum memasang APK sendiri.

“Indikatornya selama berdampingan yang memasang KPU, kita belum memasang baliho perorangan,” ujarnya.

https://radarjogja.co/tertimpa-baliho-cawali-jogja-seorang-meninggal/

Seperti diketahui, Senin siang (19/12) APK Pilwali Jogja tiba-tiba roboh. Baliho bergambar pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja nomor urut satu itu jatuh menimpa salah seorang pengguna jalan yang sedang melintas, M Padmi Banarto warga Mlati Sleman, yang akhirnya meninggal dunia. (pra/dem)