RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Dua kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di wilayah Sentolo, Jumat (16/12). Lakalantas tersebut terjadi di Jalan Wates-Sentolo Km 17 (pertigaan Ngeseng) dan Tanjakan Jangkring Jalan Pengasih-Sentolo Desa Kaliagung, Sentolo.

Di dekat Pertigaan Ngeseng melibatkan dua motor dan Terios B 1040 UKM. Tabrakan bermula ketika Honda Revo AB 6754 GJ dikendarai Alfina Puspitasari, 15, warga Klangon, Argosari, Sedayu, Bantul melaju kencang dari arah timur (Jogjakarta).

Sebelum pertigaan Ngeseng, Alfina yang memboncengkan Parni, 30, hendak mendahului motor AB 2313 RS dikendarai Widodo, 54, warga Gamping, Sleman. Alfina menyenggol motor Widodo dan oleng ke kanan.

Saat bersamaan, muncul Terios dari arah barat. Alfina yang hendak mengantar paket nasi hajatan tertabrak dan terpental. Motornya masuk kolong Terios dan terseret 10 meter.

“Mbaknya melaju cukup kencang dan menyenggol motor saya dari belakang. Oleng ke kanan dan jatuh dan tertabrak Terios,” kata Widodo.

Alfina dan Parni dibawa ke RSUD Nyi Ageng Serang. Beberapa saat kemudian petugas Polsek Sentolo datang melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Keduanya mengalami luka dan dalam kondisi sadar.

Sebelumnya, truk bermuatan batu mengalami kecelakaan tunggal di Tanjakan Jangkring. Truk AB 8733 AK dikemudikan Sarjono, 43, warga Banguntapan, Bantul terguling. Diduga kelebihan muatan dan tidak kuat menanjak.

Sarjono menjelaskan, dia membawa batu dari Clereng menuju Sentolo. Sesampai Tanjakan Jangkring, ada dua truk di depannya yang berjalan lambat dan nyaris mundur. Dia memutuskan menyalip dari sisi kiri.

“Namun ternyata bahu jalan cukup dalam. Truk kehilangan keseimbangan dan terguling,” ucap Ponimin, 52, pengguna jalan yang menyaksikan peristiwa itu.

Tumpahan batu mengenai rumah warga yang berada di bawah tebing jalan. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kecelakaan itu.

Kepala Unit Lalulintas Polsek Sentolo Iptu Purwati menjelaskan truk melebihi muatan. Dia berharap kecelakaan serupa tidak terjadi lagi.

“Selain pengemudi, kami akan panggil pemilik truk. Semoga tidak ada lagi truk melanggar kapasitas muatan,” tegas Purwati.

Evakuasi truk terkendala jalan yang menanjak dan hujan. Truk baru bisa dievakuasi setelah muatan diturunkan. (tom/iwa/mar)