RADARJOGJA.CO.ID – BANTULAksi kriminalitas yang melibatkan para pelajar belakangan ini mendorong Polres Bantul makin meningkatkan kewaspadaan. Agar kejadian serupa tidak terulang, polres membentuk tim khusus. Tim beranggotakan Reksrim, Res Narkoba, Intelkam, dan Shabara ini bakal menindak tegas aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo tim ini secara berkala melakukan patroli dan razia. Terutama malam hari. Sasarannya, lokasi yang berpotensi rawan gangguan kamtibmas. Termasuk lokasi yang kerap dijadikan nongkrong pelajar. Seperti Jalur Jalan Lintas Selatan, Stadion Sultan Agung, Pasar Seni Gabusan, dan Lapangan Paseban.

“Sasarannya sajam, miras, dan narkoba,” jelas Anggaito, Minggu (18/12).

Sebelumnya, polisi sudah rutin melakukan patroli. Termasuk patroli malam hari di lokasilokasi yang menjadi tempat nongkrong pelajar. Polisi tidak akan segan menciduk pelajar yang membawa sajam. Sebagai langkah preventif, kepolisian meminta remaja pulang andai mereka tidak membawa sajam.

“Kami meminta masyarakat juga aktif. Lapor ke polisi jika men dapati aktivitas meresahkan,” kata Anggaito.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan pemkab juga tidak akan diam. Dia meminta Satpol PP aktif membantu kepolisian. Pensiunan perwira menengah polri ini menengarai aksi kriminalitas pelajar lantaran perkembangan teknologi. Hampir setiap siswa memiliki gawai canggih. Berbekal gawai ini, komunikasi mudah dilakukan. Termasuk bullying.

“Sudah saya keluarkan surat edaran agar siswa tidak membawa gadget saat jam pelajaran,” tuturnya. Suharsono mengaku rutin datang ke sekolah-sekolah setiap Senin. Suharsono memilih menjadi inspektur upacara. “Memberikan pengarahan kepada siswa,” katanya. (zam/iwa/mar)