RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Wabup Sleman Sri Muslimatun mendorong desa berkembang. Salah satunya, menampilkan potensi yang dimiliki. Bisa dikemas dalam merti desa.

Dia mengatakan hal tersebut dalam peringatan 70 tahun Desa Sendangadi, Mlati Sleman. Sri meminta potensi dikemas menarik.

“Merti desa itu ibarat rangkaian potensi desa yang dimiliki. Mulai dari kesenian, kuliner, sejarah desa dan kearifan lokal lainnya,” kata Muslimatun kemarin.

Langkah ini mendukung wisata Sleman. Saat ini nilai wisata Sleman meningkat drastis. Bahkan menempati peringkat empat Kabupaten/Kota Penyelenggara Wisata Terbaik menurut Kementerian Pariwisata RI.

“Upaya ini tidak lepas dari peran warga. Sehingga kami (pemkab Sleman) mendukung warga mengenalkan potensi wisatanya,” ujar Sri.

Kepala Desa Sendangadi Damanhuri, yang juga suami Muslimatun, mengatakan sejarah desanya sangat menarik. Salah satunya adalah Mata Air Sendangsari yang masih ada. Lahirnya Desa Sendangsari juga dari bergabungnya empat desa di kawasan itu.

“Ditambah potensi alam yang melimpah. Saat ini kami sedang membuat konsep wana desa. Sekaligus mendukung lahirnya desa wisata Sendangadi,” kata mantan Kepala Desa Sinduadi dua periode tersebut.

Wana Desa berupa lahan desa yang disulap menjadi lahan hijau. Di dalamnya akan ditanam 100 tanaman langka. Wana Desa ini juga mendukung kegiatan outbond yang dirancang warga Sendangadi.

Puncak peringatan adalah kirab merti desa. Melibatkan empat bregada dari padukuhan-padukuhan yang ada di Sendangadi. Kirab yang diawali dari Joglo Sendangadi, berakhir di Kantor Desa Sendangadi. Setiap bregada membawa 14 kendi berisi air dari Sendangsari. (dwi/iwa/ong)