RADARJOGJA.CO.ID – Status kasus dugaan korupsi Kades Bunder, Patuk, Kabul Santoso yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul naik ke tahap penyidikan. Tidak lama lagi, kasus yang memicu gelombang aksi unjuk rasa tersebut bakal muncul nama tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Gunungkidul Sihid Inugraha mengatakan, penyelidikan terhadap kasus Kades Bunder dilakukan menyusul protes warga terhadap dugaan penyimpangan penggunaan dana pembangunan desa pada September 2016.

“Kami memiliki alat bukti cukup kuat mengarah pada penetapan tersangka KS (Kabul Santoso),” kata Sihid, Senin (18/12).

Dijelaskan, Kades Bunder terbukti melakukan penyimpangan dana desa sebanyak 10 item. Mulai pembangunan kios, jembatan, sampai pagar bangunan yang diperuntukkan untuk desa. Modus penyelewengan dengan cara mengurangi volume bahan bangunan. Dana yang diduga digelapkan Kabul mencapai lebih dari Rp 367 juta. “Jumlahnya kerugian negara diperkirakan mencapai lebih Rp 300 juta. Itu berasal dari dugaan penyelewengan dana APBDes, dana perimbangan, dana desa, sampai PAD,” kata Sihid.

Menurut Sihid, dari hasil penyelidikan, Kabul Santoso mengambil uang proyek pembangunan dari PPK, kemudian digarap sendiri. Tim pembangunan yang ada hanya administrasi kosong belaka. Hingga sekarang penetapan tersangka masih menunggu penghitungan jumlah kerugian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Setelah jumlah kerugian dihitung, berkas perkara segera dilimpahkan ke pengadilan,” terangnya.

Di bagian lain, salah satu Ketua RW di Kelurahan Bunder Sumadi mengatakan, keinginan warga menuntut kades mundur dilakukan berulang kali. Warga menggelar aksi unjuk rasa dan puncaknya sempat terjadi penyegelan ruangan kantor kades.

“Modus penyelewengannya menggunakan anggaran sebesar Rp 45 juta. Namun realisasi pembangunan hanya Rp 30 juta,” kata Sumadi.

Kades Bunder Santoso pada 2013 merupakan calon incumben. Ia bersaing memperebutkan kursi kades bersama tiga calon lain. Yaitu, Ngadiyat, Maryadi, dan Paryanto. Kemenangan Kabul cukup dramatis, hanya selisih dua suara dengan Paryanto.(gun/hes)

[ad id=”38875″]