RADARJOGJA.CO.ID – TIGA hari sebelum partai final ISC-B yang akan digelar Kamis (22/12) menda-tang, lampu hijau diberikan suporter Per-sis Solo, Pasoepati, kepada suporter PSS Sleman Slemania untuk datang ke Kota Bengawan.

Pendukung PSS Sleman kemungkinan akan banyak yang datang ke Stadion Manahan Solo untuk menyaksikan final PSS Sleman melawan PSCS Cilacap.Plt Ketua Umum Slemania Dwi Purnomo mengatakan, pihaknya sudah melakukan berkoordinasi dan pendekatan dengan Pasoepati dan tidak ada masalah. Sebelum babak 8 besar ISC-B lalu, Slemania juga telah menjalin komunikasi dengan sesama suporter lainnya.

Bahkan, menurutnya, beberapa kali ke-dua suporter kerap mengadakan perte-muan dan diskusi. Selain itu, mereka juga saling melakukan pengawalan saat salah satu suporter melintasi daerahnya. Me-nurut Dwi, diperkirakan ribuan Slemania akan menghijaukan tribun Stadion Manahan.

Euforia partai final, menurutnya, juga akan merambah ke semua warga Sleman, tidak hanya bagi suporter klub itu. Ia mendengar akan ada pengerahan warga Sleman atau “bedol desa” untuk mendukung tim Super Elang Jawa bertanding di markas Persis Solo itu.Hal itu lumrah terjadi, sebab PSS bukan hanya milik suporter, namun seluruh warga Sleman.

“Kami berharap semua berjalan lancar karena kami datang ingin adanya perda-mainan suporter. Kalau sering terjalin silaturahmi akan lebih banyak teman, sehingga sepak bola akan bisa dinikmati semua orang,” tambahnya.

Keharmonisan suporter Slemania dan Pasoepati diakui mantan Ketua Umum Slemania Lilik Yulianto. Menurutnya, kedua kelompok suporter itu tidak ada ma-salah terkait rivalitas dalam mendukung klub masing-masing.

“Kami diizinkan datang ke Solo mendukung PSS,” tuturnya.

Jika Slemania diizinkan menggeruduk Solo, lain halnya dengan kelompok pendukung PSS lainnya, Brigata Curva Sud (BCS). Sebelumnya pihak Pasoepati meminta BCS tidak datang ke Solo dengan alasan menjaga kondusivitas Kota Solo. (riz/laz/ong)

[ad id=”37015″]