RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Lonjakan pengunjung dipastikan akan terjadi di sejumlah obyek wisata andalan di Kabupaten Kulonprogo saat liburan panjang akhir tahun nanti. Pengelola diminta tetap memperhatian keamanan dan kenyamanan, termasuk tidak aji mumpung dengan mematok tarif terlalu tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kulonprogo, Kuat Tri Utomo, Minggu (18/12). “Setiap libur akhir tahun pengunjung pasti melonjak. Tidak hanya destinasi wisata yang dikelola pemerintah, tetapi juga obyek wisata baru yang dikembangkan masyarakat,” katanya.

Kuat menjelaskan, tren kenaikan jumlah pengunjung sudah terasa mulai pekan lalu, angka rata-rata kunjungan wisata di Kulonprogo mencapai 15.000 pengunjung, dan pada puncak pergantian tahun diprediksi jumlahnya akan meningkat drastis.

“Saat kunjungan meningkat praktik patok tarif tinggi biasanya terjadi. Untuk itu kami meminta pengelola tetap menerapkan rasio tarif wajar kepada pengunjung. Faktor kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap harus diutamakan,” jelasnya.

Mengantisipasi hal itu, lanjutnya, pihaknya akan melakukan kontrol dan survey terhadap penerapan tarif wisata di lapangan. Jika ditemukan adanya tarif terlalu tinggi, pemerintah akan menegur pengelola hingga pihak desa.

Obyek wisata yang dikelola pemkab, seperti Pantai Glagah, Congot, Trisik, Waduk Sermo, Gua Kiskendo, Tanjungsari, Suroloyo, dan Kebun Teh Nglinggo, tetap menerapkan tarif sama seperti hari biasa, yakni Rp 5.000 per pengunjung,.

“Untuk obyek wisata baru yang dikelola masyarakat banyak, antara lain Kalibiru, Kedung Pedut, Hutan Mangrove Pasir Mendhit dan Kadilangu Desa Jangkaran, dan lainnya,” lanjutnya.

Ditambahkan, faktor keselamatan dan keamanan pengunjung harus diutamakan. Terutama saat musim ramai seperti liburan akhir tahun ini di mana konsentrasi kepadatan pengunjung cenderung memuncak. Terutama tiga hari mulai 30-31 Desember 2016 dan 1 Januari 2017.

“Khususnya pengunjung di pantai kita akan pasang sejumlah papan peringatan, untuk kemananan khususnya mengantisipasi kemacetan kami berkoordinasi dengan Polres, Dishubkominfo, dan Satpol PP,” imbuhnya. (tom/mar)