RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Penundaan pertandingan final ISC-B dimanfaatkan PSS Sleman untuk kembali berlatih dan memulihkan kondisi fisik pemain.

Tidak ada porsi latihan berat dan hanya perbaikan taktik untuk me-nyempurnakan permainan saat melawan Perssu Super Madura Sumenep, di Stadion Manahan Solo, Kamis (22/12) mendatang.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengatakan, selain memulihkan fisik pe-main, pihaknya juga dihadapkan berupaya mengembalikan mental pertandingan pemain.

Sebab, penundaan partai final sedikit banyak berimbas pada mental dan psikologis penggawa Laskar Sembada. Termasuk semangat yang sedang tinggi untuk siap berduel di final Sabtu (17/12) lalu, harus tertunda.

Pertandingan ditunda karena alasan kea-manan Kota Solo, sebab di hari yang sama banyak sekali even di sekitar stadion.

“Se-benarnya mental pemain sudah sangat bagus dan siap bermain. Tetapi karena laga ditunda jadi down lagi. Kami coba tingkatkan lagi feel bola dan semangat tem-pur anak-anak,” ujar Seto kemarin (18/12).

Meskipun demikian, penundaan itu bisa diambil sisi positifnya. Yaitu bisa digunakan pemain yang mengalami kendala kebuga-ran. Sebab, selama dua partai perempat final dan semifinal, Busari dkk harus ber-main selama 120 menit terus menerus.