RADARJOGJA.CO.ID-Pemeriksaan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Magelang Antha dan salah satu koordinator Gerakan Pribumi Berdaulat Magelang Raya (GPBMR) Anang Imamuddin oleh Polres Magelang mengundang sejuta tanya. Apalagi jika pemanggilan keduanya didasarkan spanduk GPBMR yang berisi ajakan untuk belanja di toko atau warung warga pribumi. Spanduk itu bertuliskan “Pribumi Berdaulat Putera Daerah Berkarya” dan “Gerakan Belanja di Toko Pribumi. Lawan Penjajahan Asing dan Aseng”. Spanduk dipasang di beberapa titik di Muntilan, pada Rabu (14/12) dan sejumlah aparat bersenjata laras panjang mencopotnya pada Jumat (16/12) lalu.

“Sebenarnya yang resah atas pemasangan spanduk tersebut siapa? Polisi, para konglomerat, atau masyarakat. Kalau masyarakat, masyarakat yang mana? ” tanya Ketua FPI Temanggung, Yhoenex Y.

Massa dari berbagai ormas ikut hadir di Mapolres Magelang selama polisi meminta keterangan dari Antha dan Anang. Massa tersebut memberi dukungan moril dan menunggu di halaman mapolres hingga pemeriksaan usai. Mereka tidak hanya dari Magelang saja, tapi juga dari Temanggung dan Purbalingga.

[ad id=”38614″]

“Ketika kami membela rakyat kecil kenapa yang ditangkap selalu kami, bukankah yang seharusnya ditangkap adalah mereka yang menjajah ekonomi negara Indonesia ini. Mereka sudah memasukkan imigran ke Indonesia, mereka sudah menghancurkan ekonomi rakyat kecil,” tambah Yhoenex.

Pemeriksaan berlangsung sekitar lima jam di Mapolres Magelang Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Akses jalan di depan Polres Magelang ditutup. Pengguna jalan diminta mengambil jalan lain. Saat Atha dan Anang masuk ke ruang pemeriksaan, beberapa orang melakukan orasi. Intinya menentang tindakan polisi.

“Kami ingin warga pribumi lebih berdaulat. Tetapi kenapa malahan dituduh melakukan provokasi,” ungkap salah seorang orator.

Usai pemeriksaan, baik Antha maupun Anang mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan dan kepedulian dari massa yang hadir maupun tidak hadir di Mapolres Magelang. Anang Imamuddin mengaku tetap semangat dan istikomah. Anang

“Semoga apa yang semua kita lakukan selalu diridhoi Allah SWT,” tandas Anang.(dem/eri)