RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – SMAN 2 Wates kini dilengkapi Laboratorium (Lab) Seni Budaya dan Film. Peresmian dilakukan Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Disdikpora DIJ Suroyo, Jumat (16/12). Lab tersebut memperkuat model sekolah berbasis budaya yang telah dirintis dua tahun lalu.

Kepala SMAN 2 Wates Yati Utami Purwaningsih mengatakan lab tersebut bantuan Dana Keistimewaan DIJ senilai Rp 700 juta berbentuk bangunan dan peralatan. “SMAN 2 Wates sebagai model sekolah berbasis budaya,” kata Yati Utami.

Sebagai sekolah berbasis budaya, ada berbagai macam kegiatan yang terintegrasi dalam kurikulum maupun ekstrakurikuler. Kegiatan tidak hanya seni budaya tradisi, juga ada pembudayaan nilai-nilai moral.

“Nilai moral itu seperti kerjasama, sopan-santun, menghargai sesama, termasuk jumput sampah setiap pagi. Ornamen-ornamen batik khas Kulonprogo berciri gebleg renteng juga akan dikembangkan,” kata Yati Utami.

[ad id=”38614″]

Penerapan sekolah berbasis budaya merupakan yang pertama di Kulonprogo. Yati Utami mengajak sekolah lain bekerjasama menjadikan Kulonprogo pusat budaya.

Penguatan budaya pada siswa perlu untuk membendung pengaruh negatif. “Keberadaan bandara tentu ada nilai negativenya. Sehingga anak harus punya benteng, karakter atau budaya ketimuran,” ujar Yati Utami.

Suroyo mengatakan pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya di DIJ sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Sudah ada 100 sekolah model, salah satunya SMAN 2 Wates.

“Dengan pengembangan sekolah berbasis budaya, diharapkan anak-anak mengenal, paham, menguasai budaya Jogjakarta. Selain itu memberikan sikap positif berinteraksi antar sesama,” kata Suroyo. (tom/iwa/mar)